Wednesday, April 26, 2017

Logical Fallacy







Jujur itu memang selalu jadi yang paling terbaik. Nah lho, sudah paling, terbaik pula. Namun ada kalanya, ada saatnya seorang manusia itu tidak bisa berkata jujur dengan mulutnya. Dia hanya bisa jujur dalam hati, pikiran, maupun alam batiniahnya. Banyak alasan yang mendasari kenapa seseorang tidak bisa jujur. Ada yang karena tekanan orang lain, ada pula mungkin karena pembawaan dirinya sejak kecil (yang orangtuanya tidak pernah membiasakannya untuk bicara jujur dan terbuka). Ada pula karena suatu kondisi yang memaksakan seseorang harus berbohong. Yah, memang untuk bisa 100% jujur itu tidaklah gampang. Sekali lagi, berani jujur dan terbuka itu hebat! Apalagi jujur dan terbuka untuk beberapa topik. Terlalu jujur dan terbuka malah bisa mencelakakan. Salah-salah orang itu bisa distempeli julukan yang bukan-bukan.


Sunday, April 23, 2017

Berhubungan dengan Orang Mati








1 Samuel 28:6-13
"Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi. Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: "Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya." Para pegawainya menjawab dia: "Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah." Lalu menyamarlah Saul, ia mengenakan pakaian lain dan pergilah ia dengan dua orang. Ketika mereka pada waktu malam sampai kepada perempuan itu, berkatalah Saul: "Cobalah engkau menenung bagiku dengan perantaraan arwah, dan panggillah supaya muncul kepadaku orang yang akan kusebut kepadamu."Tetapi perempuan itu menjawabnya: "Tentu engkau mengetahui apa yang diperbuat Saul, bahwa ia telah melenyapkan dari dalam negeri para pemanggil arwah dan roh peramal. Mengapa engkau memasang jerat terhadap nyawaku untuk membunuh aku?" Lalu bersumpahlah Saul kepadanya demi TUHAN, katanya: "Demi TUHAN yang hidup, tidak akan ada kesalahan tertimpa kepadamu karena perkara ini." Sesudah itu bertanyalah perempuan itu: "Siapakah yang harus kupanggil supaya muncul kepadamu?" Jawabnya: "Panggillah Samuel supaya muncul kepadaku." Ketika perempuan itu melihat Samuel, berteriaklah ia dengan suara nyaring. Lalu perempuan itu berkata kepada Saul, demikian: "Mengapa engkau menipu aku? Engkau sendirilah Saul!" Maka berbicaralah raja kepadanya: "Janganlah takut; tetapi apakah yang kaulihat?" Perempuan itu menjawab Saul: "Aku melihat sesuatu yang ilahi muncul dari dalam bumi."