Oh, This is My Very Beloved Family















Latar tempat:
1. Papi di Mal TangCity, Tangerang.
2. Mami di HKBP Sudirman, Jakarta Selatan.
3. Kak Risely di rumahnya saat masih di Bekasi (yang persis di sebelah stadion kebanggaan kota Bekasi).
4. Kak Irna di dalam mobil Honda CRV.
5. Aku di rumah salah seorang sepupu yang tinggal di Harapan Indah, Bekasi.
6. Kitty di dalam mobil Nissan March.











1. Papi Almaden Lubis (7 November 1953)
Kadang aku suka merasa Papi orangnya kolot, selain emosinya yang suka meledak-ledak. Tapi, yah namanya juga seorang ayah. Mereka seringkali menginginkan yang terbaik dalam keluarga mereka, yang walau karena itulah, mereka jadi terlihat seperti orang yang egois. Then, well, saat aku belajar sidi di 2004-2005 tersebut merupakan satu momen yang aku tak bisa lupakan bersama ayah kandung sendiri. Karena seringnya ditemani Papi pergi ke HKBP Sudirman, sedikit demi sedikit aku mulai belajar mengenali pikiran dan karakter beliau.

2. (Almarhumah) Mami Juriana Ratni Feorens Siagian (9 Maret 1957)
Pepatah itu benar ya. Anak laki-laki memang cenderung dekat dengan ibu kandungnya. Well, sejak kecil, aku memang dekat dengan Mami. Ke mana Mami pergi, aku nyaris selalu ikut. Alhasil, saat beliau meninggal, aku itu orang yang paling kehilangan, sebetulnya. Dari tiap anggota keluargaku, hanya Mami, yang tiap sehabis bertengkar, pertengkarannya tak pernah awet. Hari ini bertengkar, besok rukun. Haha. Pernah saat Mami diejek oleh orang lain, aku spontan ngamuk. Ah, terlalu banyak kenangan indah bersama Mami! 😢

3. Kak Risely Agustina (28 Agustus 1982)
Sejak kecil, aku dan Kak Risely lumayan sering bertengkar. Jarang sekali akur. Tak heran, aku rada speechless saat yang bersangkutan beli "Kamisama no Cempe Kanefe" sebanyak tiga eksemplar. Bahkan, Kak Risely membiarkan potret dirinya aku pajang di blog sebagai bahan promosi. Anyway, jangan lupa beli "Kamisama no Cempe Kanefe" yah! 😆✌

4. Kak Irna Silawaty (1 Oktober 1986)
Dulu, mungkin sekitar aku TK, aku lumayan dekat dengan yang bersangkutan. Entah mengapa, sejak yang bersangkutan kecelakaan (yang di sekitar tahun 1995-1996), hubungan aku dengan Kak Irna sering diwarnai dengan pertengkaran. Yang aku tak suka dari Kak Irna, sifatnya yang rada arrogant dan bossy. But, well, Kak Irna ini seperti memiliki caranya sendiri dalam menunjukan kebaikannya. 

5. Asri Christine (12 Januari 1994)
Teman main aku sejak kecil. Partner aku dalam hal berfoto di depan kamera. Di banyak album foto keluarga (yang nanti aku share ya!), lumayan banyak foto aku bersama Kitty (nama panggilannya yang terlahir karena dulu aku sempat cadel; yang dulu aku sempat memanggilnya Kitin atau Kiton, haha 😄✌). Kitty ini orangnya, menurutku, sangat peka sekali dengan kondisi di sekitarnya. Dia ini tipe altruistik terbaik yang pernah aku temui. Kadang, aku suka speechless, tiap lihat Kitty melakukan suatu kebaikan yang bahkan aku sendiri pun tak pernah terpikirkan untuk melakukannya. Sering sekali Kitty ikhlas sekali dalam melakukan sesuatu; seperti merasa tidak terbebani apalagi dirugikan.


PS:
Aku iseng saja ingin menulis tentang keluarga sendiri. Padahal, dulu aku malu-malu untuk menceritakan tentang keluarga sendiri. Seperti enggan begitu. Haha. Tapi, begitu "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" keluar di 2016 (yang benar-benar ada yang beli dan baca), kok aku seperti merasa tergerak saja untuk sedikit mengenalkan keluarga inti aku itu seperti apa orangnya. Mungkin para pembaca ingin tahu seperti apa keluarga @nuellubis yang sesungguhnya. Hehe, sok sekali aku yah. 😂

Next time, I will tell you about them more and more! 







Comments