The Opuses



1. Hoki Rame-Rame [2012, Indie, Pesan dulu ke penerbit baru dicetak dan diantar], sebuah proyek amal. Total penjualan akan diserahkan ke pihak yang membutuhkan (dalam rencana). Harga Rp 33.000. Cara pembelian: via nulisbuku.com.





















2. Kumpulan Cerita, sebuah e-book, [2012, IndiePesan dulu ke penerbit baru dicetak dan diantar]. Harga Rp 10.000. Cara pembelian: a. via e-mail riokta.id@gmail.com (dengan format: a. isi kolom subjek dengan "pesan ebook"; b. di badan e-mail, tuliskan nama, nomor telp/hp, judul ebook); c. melalui sms ke nomor 0878 975 12 551 (dengan format SMS Judul ebook - nama lengkap - alamat email).
















3. Little Kartini [2013, Indie, Pesan dulu ke penerbit baru dicetak dan diantar], sebuah antologi berisi kumpulan flash fiction yang ditujukan untuk anak-anak; ditulis oleh beberapa penulis kreatif nan brilian (Ada aku juga, lho!). Untuk membelinya, bisa membuka link berikut ini: Little Kartini dan De Lizta (Penggagasnya). Harga Rp 38.000.













4. Letter #2 [2013, Indie, Pesan dulu ke penerbit baru dicetak dan diantar], sebuah antologi berisi kumpulan flash fiction bertema surat. Antologi ini ditulis oleh beberapa penulis kreatif, termasuk salah satunya aku. Untuk membelinya, bisa hubungi: penerbit Harfeey (Disarankan lewat message). Harga Rp 42.000.







































5. Kamisama no Cempe Kanefe (Novel, 2014, Indie, Pesan dulu ke penerbit baru dicetak dan diantar)
Judul : Kamisama No Cempe' Kanefe
Penulis : Immanuel Lubis
Tebal : viii + 170 Hlm
Harga : Rp.44.000
Harga Pre Order : Rp.39.600 (Dis. 10 %)
Penerbit : Raditeens Publisher (www.raditeens.com) 087757691882  | 085230668786
ISBN :
Blurb:
      “Apa mungkin yah, Bed, kalau kita ini sepasang cempe’ kanefe? Tapi yang menjodohkaan kita bukan orangtua kita masing-masing. Yang menjodohkan kita itu Tuhan, Bed.” 


       “Wah jadi bisa dibilang, watashitachi wa kamisama no cempe’ kanefe.”

    Lima menit berselang, iseng saja kubuka kembali buku harian tersebut. Membuka lagi lembaran lama itu. Dan aku pun terpingkal. Naomi benar. Aku dan dia memang sepasang cempe' kanefe.   


Sabtu, 17 Juni 1995

Hari ini cuaca cerah, walau agak mendung sih. Hari ini juga saat-saat aku terakhir ketemu Naomi, my guardian angel. Bahkan aku cuma bisa lihat dia sebentar. Dia tak turun dari mobil sedannya yang mewah. Cuma buka jendela sebentar dan bertanya padaku: “Gimana NEM kamu? Bagus nggak?” Jawabku: “Lumayan, aku dapat 37, 62. Masih kalah sih sama kamu yang NEM-nya 38,93.” Katanya lagi: “Kamu sih kebanyakan main.” Aku hanya cengengesan. Ia memukul kepalaku, dan aku hampir menangis sebelum dibentaknya: “Jangan nangis dong! Kamu itu cowok, masak nangis sih?” Aku tersenyum dan berkata, “Nggak, aku nggak nangis kok. Oh iya, kamu kenapa harus pindah ke Jepang?” Ia tertawa. Katanya sih, “Bodoh, kan aku sudah pernah bilang kalau Otoo-san-ku harus kembali ke Jepang, karena pekerjaannya.”

     “Tapi aku nggak mau pisah sama kamu. Nanti nggak ada lagi yang lindungin aku dari anak-anak nakal,. Nggak ada lagi yang ngajarin aku karate. Nggak ada lagi teman belajar bareng. Nggak ada lagi teman main sega seasyik kamu.” Iya, diary, aku tahu, aku kelihatan kayak cowok lembek. Nggak heran, Naomi tertawa mendengarnya. “Kamu ini.… Jadi cowok, jangan lembek dong. Berani dikit napa. Kalau diganggu lagi, yah keluarin aja jurus-jurus karate yang pernah kuajarin ke kamu. Dan…” Aku berhasil menahan tangis, eh malah dia menangis. “… Ah sudah yah, Otoo-san dan Okaa-san aku sudah datang tuh. Sampai jumpa lagi, yah, walau aku juga nggak tahu kapan bisa ketemu kamu.” Baru kali ini, kulihat Naomi yang kuat, jadi melankolis seperti ini. ia sampai tak rela tangannya terlepas dari genggamanku, padahal ayah dan ibunya sudah masuk ke dalam mobil. Papa dan Mama pun sudah berada di belakangku. 
      Tanganku dan tangannya baru terlepas setelah ibunya berkata bahwa mereka harus segera ke bandara. Ia mengucapkan satu kata, sayangnya aku tak mengerti apa yang dibilang. Itu bahasa Jepang, kayaknya. Sebagai balasannya, aku berkata: “Good bye, my friend. Semoga kita bisa ketemu lagi di lain waktu.” Dan sedan itu pun sudah melaju kencang – meninggalkanku yang akhirnya menangis sembari dipeluk sama Mama.  


Ongkir ke seluruh Indonesia :
Order 1 Ongkir Rp.15.000
Order 2-3 Ongkir Rp.20.000
Order 4-5 Ongkir Rp.25.000
Deadline Pre Order tanggal 20 Juni 2014
Cara Order : sms dengan format
nama_judul_jumlah_Alamat lengkap_no hp ke 087757691882 | 085230668786
Dan sertakan foto bukti transfer ke inbox Raditeens Publisher









6. Judul: Japanese Station Book (2015, tersedia di toko buku)
Penulis : Tim Japanese Station (Ada pengaruh tulisan atau ideku juga, lho!)
Tebal : xii + 178 Hlm
Harga : Rp 65.000
Penerbit : Bukune
ISBN : 602-220-149-7





































7. AI SHIN'YUU (Novel, 2015, Indie, Pesan dulu ke penerbit baru dicetak dan diantar)

Judul : AI SHIN'YUU

Penulis : Immanuel Lubis

Tebal : 190 halaman

Harga : Rp.45.000
Penerbit : Raditeens Publisher (www.raditeens.com) 087757691882 | 085230668786

ISBN : 978-602-73085-4-1

Blurb:
Seinget gue, cuma Harpot yang lembar-demi lembarnya gue buka berkali-kali. Inget-inget dimane gue pernah baca soal Hocrux di Secret Chambers atau fragmen-fragmen seru laen yang kadang detailnya kelewat. Ai Shinyuu juga gitu, gue scroll lembar-lembarnya atu-atu cuma buat nyari soal Eka Teng. Dari halaman berape sampe mane, gue ama sekali blom nemu sape bokapnya si Eka. Elia nyang karismatik, Joe yang sportif sama idealis atau abang-abang keribo bukan tukang bakso, Emil. Kalo Grace ama mpok Menado Kobayashi sih kagak. Cuz gue rasa, gue belon pernah nemu cerita bayi bisa brojol dari hasil hubungan sesame perempuan. Bahkan gue sampe balik – ga pake bolak – baca adegan olahraga bersama Icha same geng band penyenyong. Hasilnya nihil juga, yang ada gue malah kurang meresapi tuh olahraga groupis. Buat gue rasanya kurang real. Buat gue, Nuel nggak ngerasa tabu, tapi emang kurang deskriptif pake aja di sono. Kalo ngerasa tabu, kan keliatan dari coretannya. Biasanya kalo yang ngerasa tabu, doi ceritain deskripsinya detail selapis-demi selapis banget; disopan-sopanin bahasanya. Ini kenapa bahas adegan kasur ama jitak-jitakan yak?



Saking penasarannya sama Eka Teng, gue sampe riset segala, bisa kagak sperma lebih dari satu cowok membuahi satu sel telur Icha. Jawabannya bisa kalo Eka Teng kembar, tapi ampe halaman pamungkas, gue boro-boro kagak baca tulisan soal ada bayi yang dijogrogin di mane lagi selain Eka. Nyang ada gue justru diajak buat ngaca untuk ngeliat Eka sebagai manusia, bukan anak Grace, bukan anak Elia, atau jelas bukan anak Joe yang ketiban pulung dijadiin kambing hitam. Manusia yang ngga nunjukin penghakiman berlebihan buat kenikmatan yang kata sebagian orang dosa. Walopun gue juga bisa maklumin sikap bokap Joe. Wajar karena untuk urusan moral di dunia pasti ada yang begono. Walopun kalo nggak ada model yang begono, ngga menjamin acara seks maen selonong begono, makin banyak juga. Itulah asem manisnya novel ini. Sebuah bingkai kecil yang memotret sebuah fragmen dunia apa adanya. Seperti apa adanya kisah cinta Grace dan Joe atau Elia sama Jessica Kobayashi. Cinta yang ngga selalu semanis dan seseru cerita di fiksi-fiksi. Ada juga cinta yang tumbuh pake learning by doing juga layaknya Grace sama cemcemannya.
- Candra Permadi, seorang penerjemah yang juga memiliki halaman khusus di Kompasiana.


Ongkir ke seluruh Indonesia :

Order 1 Ongkir Rp.15.000

Order 2-3 Ongkir Rp.20.000

Order 4-5 Ongkir Rp.25.000

Deadline Pre Order tanggal 20 Juni 2014

Cara Order : sms dengan format
nama_judul_jumlah_Alamat lengkap_no hp ke 087757691882 dan sertakan foto bukti transfer ke inbox Raditeens Publisher.








8. DESTINY 41 (2015, Indie, Pesan dulu ke penerbit baru dicetak dan diantar)
Judul: Destiny for One
Penulis: Immanuel Lubis
Tebal: 310 halaman
Harga: Rp 45.000
Penerbit: Kalimaya Publishing 08568022395 & 085691111738
ISBN:
Blurb:

Diaz: “After going through the maze, i eventually find you. My eyes can’t stop getting away from you.” 
Maria: “Really? But why did you so rude to me?” 
Diaz: “Could you tell me one thing? Why did i was so gloomy in the way you're around me?” 
Maria: “So… It tells me why you had always been jealous of my admirers? Right?” 
Diaz: “…”

Cara Pemesanan: 
Ketik nama_alamat_nomor telepon ke 08568022395 & 085691111738






9. MISI TERAKHIR RAFAEL: CINTA TAK PERNAH PERGI JAUH  (2016, tersedia di toko buku)
#misiterakhirrafael
Penulis: Nuel Lubis
Tebal: 172 halaman
Harga: Rp 41.500
Penerbit: Senja (atau Serambi; salah satu anak cabang DivaPress)
ISBN: 978-602-391-092-2
Blurb:








10. AMOREUREKA (Novel, 2018, Indie, Pesan dulu ke penerbit baru dicetak dan diantar)
Judul: AMOREUREKA
Penulis: Immanuel Lubis
Tebal: 318 halaman
Harga: Rp 40.000
Penerbit: Raditeens Publisher (www.raditeens.com) | 085230668786
ISBN: 978-602-6476-63-0
Sinopsis:
Ada satu nas dalam kitab suci yang menyebabkan Glen memiliki keyakinan bahwa orang-orang semacam Arga maupun Raphael itu suatu hal biasa (yang karena yang biasa itulah, mereka sering mendapat tuduhan yang bukan-bukan; sungguh sebuah karunia yang sering dianggap sebagai kutukan atau musibah). Kitab Yoel 2: 28 (yang merupakan ayat favoritnya) itu berbunyi sebagai berikut:

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.”

Tapi sekarang ini kan banyak penipu. Perlu banyak bukti untuk bisa memercayai bahwa Arga memang memiliki kemampuan indra keenam. Andai kata punya, bisa saja Arga seorang penipu yang berusaha memanfaatkan dirinya demi suatu keuntungan. Seperti saat Glen mengunjungi salah satu stan ramal di suatu daerah. Alih-alih demi mencari jejak Orie, Glen malah harus kehilangan uang sebesar Rp 350.000. Bapak-bapak peramal itu sama sekali tak memberikan petunjuk yang jelas. Yang setelah itu, entah kebetulan atau memang hukuman dari Sang Pencipta, dirinya terserempet motor sehingga kaki kanannya selama 2-3 hari terkilir cukup parah.

“Nata…”

Lalu, di tengah segala pengalaman tak enak yang Glen karena memaksakan diri untuk sok paham akan ‘dunia lain’, Yang Maha Kuasa membukakan mata batin seorang Glen Natanoto. Kali ini di hadapan lelaki itu berdiri seorang perempuan cantik yang mengenakan gaun terusan serba putih. Tak perlu waktu lama untuk menyadari bahwa wajah perempuan itu memang terasa familier. Pasti perempuan itu.

Orihime Lontoh.





Comments