Monday, June 26, 2017

Bedah Tokoh Ai Shin'yuu













Aloha

Hari ini aku kembali mau bedah novel. Novelku sendiri sih. Yang aku mau bedah itu,...

...

AI  SHIN'YUU!

Aku sedikit mau cerita bagaimana pertama muncul idenya. Hmm, semuanya itu bermula karena tontonan masa kecil. Tahu dong, Digimon Adventure 1?! Nah dari situ awal mulanya. Dari semua anime dari Jepang, aku paling suka yang itu. Saking sukanya, di otak sebelah kanan aku, tak tahu kenapa, bagai tak bisa ditolak, seperti ada yang menggedor lubuk hati, ada yang seolah berkata, "Kayaknya boleh juga nih, bikin novel romance yang terinspirasi dari Digimon Adventure 1?"  Tentunya bagian monster-monsterannya itu aku hilangkan (sekarang saja sudah banyak monster berwujud manusia, hiiiy!!!). 

Dari situlah aku tertantang bikin cerita novel yang terinspirasi dari Digimon Adventure 1. Sebuah kisah tentang persahabatan tujuh anak, yang kemudian cinta mulai masuk ke dalamnya, dan... BOOM! Prahara ditemui oleh tujuh anak itu tiap harinya. Apalagi itu semua dipicu oleh kemunculan seorang bayi. Kalau dibikin seperti itu, entah kenapa di pikiranku kok seru juga cerita seperti itu. Oke, dari sanalah aku mulai riset sana-sini, brainstorming, corat-coret di buku tulis, dan mulailah aku menulis. Biar lebih menarik lagi, format penulisannya aku ubah. Aku bikinnya per sketsa yang terdiri dari 300 kata. Begitu. 

Nah, kali ini aku mau bedah tokoh-tokoh utamanya--yaitu ketujuh anak itu. Check it out!

1. Elia Hia
Anak laki-laki berdarah Nias ini terinspirasi dari tokoh Taichi Yagami. Itulah aku menggambarkan Elia sebagai sosok pemimpin di Ekateng. Taichi itu kan orangnya pemberani, tangkas, lucu, hingga kadang suka nekat,--yang membuat dia jadi terlihat ceroboh. Di sini, Elia yang tangkas dan bawel, aku pasangkan dengan Jessica Kobayashi yang centil.

2. Antonius Yohanes Diego Lengkong
Anak laki-laki berdarah Manado ini terinspirasi dari Yamato Ishida, yang pendiam, cool, misterius, namun sekalinya marah, ngeri badai-lah. Nah, Joe ini seperti itulah,--yang bikin teman-temannya jadi merasa bersalah tiap Joe mulai marah-marah. Joe kelak akan hidup bersama dengan Grace yang mama banget.

3. Grace Nasution
Gadis Batak ini sifatnya mirip dengan Sora Takenouchi. Kalau menurutku, Sora itu tipikal gadis yang cukup unik,--yang jarang ditemukan. Tipikal gadis tomboy nan pemberani nan galak dan berani mengambil risiko (walau kadang suka sok tahu), namun sangat memiliki sifat keibuan. Di Ekateng, Grace inilah yang berkali-kali merekonsiliasi konflik yang ada. Dia juga yang paling peka kalau ada yang tak beres di dalam Ekateng. Sora di Digimon Adventure 1 itu, yang aku lihat juga begitu. Tomboy tapi keibuan. Ini tipe perempuan yang amat langka.

4. Jessica Kobayashi
Gadis peranakan Jepang-Manado ini sangat mirip dengan karakternya Mimi Tachikawa,--yang pendiam, centil, feminin, stylish, fashionable, sedikit pecicilan, luar biasa manjanya, cenderung kekanak-kanakan, hingga mau menang sendiri. Kalau yang ini mah, banyak ditemukan perempuan berkarakter seperti ini.

5. Marcelinus Eka Gede Tirta Susilo
Anak laki-laki berdarah Bali-Jawa ini yang paling tua di Ekateng. Paling tua, namun paling tak bisa diandalkan. Sebabnya, dia sangat tidak dewasa, egonya cukup tinggi, sok jadi pemimpin, agak takut mengambil risiko, dan peragu. Agak mirip dengan Jyou Kido.

6. Robertus Emilio Fran Da Silva Moreira
Anak laki-laki berdarah Timor-Portugis ini sangat jago IT. Wawasannya luas. Dia paling cerdas di Ekateng. Namun tenang saja, matanya tidak minus. Di Ekateng, dia lebih banyak jadi pengamat. Sering memberikan solusi, tapi oleh teman-temannya suka dianggap sok tahu. Padahal terkadang kecerdasannya sering dicari. Aneh? Banyak-lah tipe anak seperti Emil--yang diinspirasi dari Koushiro Izumi--ini di masyarakat. 

7. Nicholas Pascal Lengkong
Pascal memang adiknya Joe. Tapi sifatnya lebih mirip dengan Elia Hia yang lebih bawel dan pemberani di Ekateng. Paling muda, namun yang paling bijak. Pascal terinspirasi dari Takeru Takaishi.

Sebetulnya masih ada tokoh Jessica Martadinata Liem, Eka Teng (bayinya sendiri), Geraldina Regar (yang terinspirasi dari Hikari Yagami), dll. Namun, menurutku, segala ceritanya memang bermula dan berputar-putar di tujuh tokoh tersebut. Kadang sesekali aku curhat dan membubuhkan pengalaman pribadi ke dalamnya. Yah, jadi aku tak sekadar mengandalkan otak kanan,--yang harus melepas jiwa (yang seringkali harus masuk ke dalam alam bawah sadar, lalu 'mengintip') agar terkumpullah ide-idenya, tapi juga ada beberapa cuil pengalaman pribadi. Kalau baca novelnya, seringkali aku iseng memasukan quote-quote keren yang aku dapatkan dari mana-mana.

Anyway, 'pengumpulan informasi' itulah bagian tersulit dan termenarik dari menulis novel atau cerita fiksi.

































No comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^