Pengalaman Tak Ternilai di Warnet Andre

 














Segala sesuatunya sudah terjadi dalam hidup aku. Memang aneh, tapi nyata. Itu terjadi di alam nyata--dan bukan di alam mimpi. Jauh melihat ke depan, aku malah bersyukur itu semua sudah terjadi. Setidaknya itu makin membuktikan kepada aku pribadi bahwa setiap orang itu unik dan selalu ada rencana Tuhan dalam setiap hal yang terjadi. Yang buruk, yang baik, yang wajar, yang tidak wajar nan tidak logis, semuanya itu terjadi karena Tuhan menghendaki.

Itu sama seperti bangunan rumah dalam foto di atas berikut. Bangunan rumah yang ada spanduk dijual itu dulunya merupakan sebuah wartel. Di tahun 2001, itu dulu merupakan wartel. Mendiang Mami pernah kehilangan sepeda, lalu terjadi pertengkaran hebat di rumah. Kemudian, di tahun 2009, wartel itu menjelma menjadi warnet (kan, warnet lagi 😲). Aku beberapa kali mendatangi warnet tersebut. Yang kuingat, setiap aku ujian di saat sore hari, sebelum berangkat ke kampus, aku menyempatkan diri untuk ke warnet ini. Yah, untuk sekadar browsing, menulis di blog, atau bermain game yang ada di Facebook. Game favorit aku adalah game Mafia City. Sementara Texas Hold'em Poker merupakan game Facebook yang sangat digandrungi saat itu. Anak si empunya warnet sampai ikut-ikutan memainkan game tersebut--yang termasuk Mendiang Mami. Bahkan sampai warnet ikut menjual chip poker.

Itu bukan hanya sebagai tempat pelampiasan di kala senggang aku menunggu waktu ujian. Aku pun pernah mencari data untuk tugas kuliah di warnet ini. Flashdisk pernah tertinggal di warnet ini. Mencetak halaman skripsi percobaan di warnet ini juga. Apa lagi, yah? Ah, sepertinya ada banyak sekali kenangan aku bersama Warnet Andre ini. Sampai-sampai ada beberapa kenangan yang terlupakan.  Rasa-rasanya aku pernah mengalaminya... atau tidak, yah? Warnet ini sungguh warnet yang sangat bersejarah untuk dunia perkuliahan aku. 

Merujuk ke paragraf awal (dan postingan terdahulu: klinik gigi), aku bisa bilang itu sangat kualami. Amat tak elok jika kalian--para pembaca--merundungi aku. Toh, aku juga tak memaksa kalian untuk percaya setiap detail dari tulisan-tulisan aku. Aku hanya menuliskan yang aku alami dan rasakan saja. Terkadang juga aku menuliskannya bersama seorang teman, yang seringkali bersama Almarhum Dias yang mana orangnya cukup eksentrik dan nyeleneh (yang aku iseng menjadikan pergumulan Dias yang tak normal sebagai bahan konten di IMMANUEL'S NOTES). 

Oh, apakah aku pernah mengalami kejadian aneh di warnet ini? Mungkin pernah. Aku saja yang tak terlalu mengingat detailnya (kalau ingat, aku mungkin akan menceritakannya di IMMANUEL'S NOTES). Warnet ini pula tak jauh dari klinik gigi yang mana dulu aku pernah dikejar anjing sepulang dari klinik gigi tersebut. Warnet ini mengingatkanku aku dengan Mendiang Mami dan Dias sekaligus, yang akhirnya mendorong aku untuk mengajukan permohonan maaf sekali lagi ke beberapa orang. 

Kini warnet ini sudah menjelma menjadi laundry. Dua tahun yang lalu, aku pernah kehilangan beberapa potong pakaian di tempat laundry tersebut. Tapi, yah sudahlah, sudah menjadi kenangan--yang membuat aku lebih berhati-hati dalam bertindak. Toh, harga sebuah pengalaman itu sangat mahal, yang lebih mahal daripada Lamborghini. Maka dari itu, jika kalian mengalami hal buruk, syukurilah. 

Sama seperti aku yang sangat bersyukur pernah nge-net di Warnet Andre ini. Terima kasih banyak atas kenangan-kenangan indahnya, yah. Apapun usaha yang digelar di dalam bangunan tersebut, kudoakan selalu sukses. 















Comments

Place Your Ads Here