Sudah Dihapus, namun Kenangannya Belum

 













Untuk yang sudah mengikuti IMMANUEL'S NOTES sejak 2010, pasti kalian pernah membaca post yang bercerita aku yang dikejar-kejar anjing sepulang aku dari sebuah klinik gigi (omong-omong, post-nya sudah dihapus dengan beberapa kebijakan tertentu dari aku). Nah, klinik yang dimaksud itu adalah bangunan yang kini hendak dijual tersebut, yang tampak pada gambar di atas tersebut. 

Setiap melihat bangunan rumah ini, ingatanku pasti terbang menuju kenangan di tahun 2011, saat klinik gigi itu masih ada. Harganya yang terbaik, saat itu, dan di kawasan tersebut. Selalu ingat pula masa-masa sulit aku untuk menyelesaikan skripsi. Ingat pula kejadian aku dikejar-kejar anjing tersebut. 

Waktu boleh terus berjalan. Tempatnya boleh mengalami perubahan. Sayangnya, kenangan akan tempat tersebut tak akan terhapuskan dengan mudah. Yah, sama seperti tulisan-tulisan aku yang banyak sudah dihapus karena alasan ini dan itu. Aku tahu aku mungkin sudah membuat beberapa dari teman bloger merasa terganggu dan tersakiti (bahkan mungkin ada yang trauma) dengan tulisan-tulisanku. Sudah aku hapus saja, namun keengganan itu masih ada. Aku bisa maklum, dan sekali lagi aku minta maaf. 

Well, aku kangen dengan masa di mana IMMANUEL'S NOTES kembali ramai lagi, baik secara trafik maupun secara komentar. Memang sekarang masih ramai, namun tidak seperti dulu, yang bisa mendapat komentar hingga seratus. Trafiknya bisa di atas seratus per 1 post. Tapi aku sadar segalanya sudah berubah. Mungkin aku yang harus menyesuaikan. Toh, hidup dan perubahan itu sepertinya sulit untuk dilepaskan begitu saja. Bagaimanapun perubahan itu bagian dari kehidupan.

Untuk siapapun juga yang menyebabkan kejadian di bulan Januari terjadi, aku sudah maafkan. Namun, karma itu nyata. Suatu saat orang-orang itu akan menuai perbuatannya sendiri. 

Jika ada tulisan-tulisan aku yang membuat kalian tersinggung, aku pun meminta maaf. Lebih baik berkomentar langsung di IMMANUEL'S NOTES daripada berbicara di belakang seorang Nuel Lubis. Aku juga menulis dengan niat baik sebetulnya. Tak ada maksud untuk mendiskreditkan siapapun atau apapun. 

Kalau misalnya kalian merasa ada beberapa tulisan aku yang rada aneh dan sulit dipercaya--lalu membuat keresahan, aku minta maaf juga. Aku tak berniat untuk menciptakan kehebohan. Aku juga tak berniat untuk memaksa seseorang percaya--apalagi dengan tujuan ke arah propaganda tertentu. Sekali lagi, aku mohon maaf jika ada yang merasa begitu. 

Ah, sudahlah. Malah semakin tak jelas seperti ini. Kita sudahi saja, dan selamat hari pendidikan nasional juga untuk tanggal 2 Mei yang sudah berlalu. 














Comments

Place Your Ads Here