#misiterakhirrafael , Blink, dan Cinta Indonesia

















Kalau tahun lalu, aku pernah cerita mengenai siapa saja inspirator dari "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Maka tahun ini, mendadak aku tersadarkan bahwa.....

.....yup, sesuai dengan screenshoot di atas, #misiterakhirrafael agak terinspirasi dari lagu-lagu Blink, sebuah girlband Indonesia.

Pembaca: Apa tak malu, Pak Penulis? Kan, sebelumnya pernah diledeki wota?

Haha. Awalnya begitu, aku sempat risih banget. But, well, here I am. Anyway, back to the topic. Bagaimana ceritanya? Kok bisa begitu? Ya iyalah, bisa begitu. Haha. Oke-oke, aku jawab serius, deh. Jangan ngambek, para pembaca sekalian!

Seperti yang kita  ketahui, novel itu awal ditulis itu sekitar tahun 2009. Itu saat aku masih seorang mahasiswa yang kuliah-pulang-kuliah-pulang (baca: mahasiswa kupu-kupu, yang bukan kupu-kupu malam). Awalnya, aku menuliskannya dengan lancar sekali hingga akhirnya aku rada tersendat di bagian Mikha. Entah kenapa aku sulit menggambarkan  tokoh Mikha ini. Alhasil, chemistry Mikha dengan Gabriel sangat tersendat. Aku stuck. Aku kena writer's block.

.....hingga, aku memutuskan hiatus dulu. Aku ambil rehat sejenak. Aku blogwalking, surfing, nge-Youtube. Akhirnya, mendaratlah aku di lagu-lagu Blink, yang kebetulan tengah main sinetron. Aku dengarkan lagu-lagu mereka berulangkali sampai ambience-nya aku dapatkan. Satu lagu, dua lagu,..... yippie, gambaran Mikha aku berhasil dapatkan. Seolah mendapatkan wangsit, aku mulai menuliskannya bahwa Mikha harus seperti begini-begitu. Tokoh perempuan di beberapa lagu Blink agak mencerminkan tokoh Mikha (selain dari alam mimpi dan karakter beberapa teman perempuan). Sehingga, Mikha itu melankolis, namun tegas. Ia laksana Florence Nightingale, namun bisa setegas Margareth Thatcher. Itulah Mikha.

.....

Well, selain #misiterakhirrafael , jujur saja hampir tiap novel aku yang sudah terbit itu memiliki lagu sebagai..... apa yah, bukan inspirasi tepatnya, mungkin hanya menyumbangkan ide saja, mungkin hanya sedikit membukakan pikiranku. Sebelumnya #AiShinYuu juga terinspirasi dari "Aitakatta"'-nya AKB48. Selanjutnya, next time let me tell me some secrets, Baby! 😂

Last but not least, novel-novel aku tidak selamanya berbau asing (yang karena faktor judul). Tidak selamanya sumber inspirasi aku dalam berkarya itu datang dari luar negeri. Ada kalanya itu juga datang dari dalam negeri. Terkadang juga aku suka curhat dalam menggarap naskah. Haha.

Selanjutnya, aku hanya mau menyampaikan kepada penerbitku banyak terimakasih karena kavernya berlatar di Pulau Bali (nanti aku ceritakan kenapa harus ada Bali dalam #misiterakhirrafael yah). Yup, I love Bali so much. I do really love Indonesia, too. And, Bali is one of the best holiday spot, I guess. 


#SayaBanggaMenjadiOrangIndonesia
#WeabooJugaCintaIndonesia
#NasionalismeSeorangWeaboo
#MasihMemperingatiHariBatik
#TanggalDuaOktoberHariBatikNasional












Comments