Mengingatkan Aku dengan Tukang Tubir Member Oktober 2018

 












Aku mau curhat. Ada kaitannya ke friksi yang terjadi di JKT48. Yang melibatkan General Manager JKT48. Nah, yang perihal General Manager tersebut, ceritanya begini. 

Pada awal Juli 2025, foto lama yang diambil pada Oktober 2021 viral di media sosial. Dalam foto tersebut, Fritz Fernandez, memegang kue ulang tahun berbentuk alat kelamin pria yang bertuliskan pesan bernada seksual seperti "Semoga makin ngaceng!". 

Meskipun kejadian tersebut berlangsung dalam acara pribadi tanpa keterlibatan langsung member JKT48 (walau ada informasi minor bahwa dua member sempat hadir), banyak fans merasa bahwa tindakan Fritz sangat tidak pantas karena ia memimpin grup yang mayoritas anggotanya adalah perempuan muda, termasuk beberapa yang masih di bawah umur.

Selanjutnya, hampir seluruh fans JKT48 melancarkan protes besar-besaran. Itu seperti menggunakan tagar #fufuritsuout yang menjadi trending di X (Twitter) sejak awal Juli 2025. Ada pula yang menggalang petisi di Change.org yang menuntut:

1. Fritz Fernandez dicopot dari jabatannya;
2. Investigasi menyeluruh terhadap manajemen;
3. Reformasi total tim operasional JKT48;
4. Transparansi terhadap aspirasi fans . Bahkan beberapa fans secara individu mengirim laporan langsung kepada pendiri AKB48, Yasushi Akimoto, agar mengambil tindakan tegas. 

Selebihnya, silahkan amati sendiri perkembangan kasusnya. Karena masih beredar di permukaan. 

Intinya, kasusnya ini mengingatkan aku dengan keributan yang sama di pertengahan tahun 2018 menjelang salah satu member JKT48 akhirnya memutuskan graduate di November 2018 (if you know what I mean!). Yang di bawah ini merupakan sisa-sisa apa yang terjadi di fandom JKT48 saat itu. 

Aku tidak tahu siapa yang dimaksud. Namun, aku seperti tersindir dengan ketikannya Teguh Permana saat itu, yang di bulan Oktober 2018, lima hari sebelum kematian Dias, sahabat aku. Aku merasa yang dimaksud dengan Tukang Tubir Member saat itu adalah aku sendiri, meskipun aku bingung bagaimana caranya aku membuat heboh fandom saat itu. Apakah segitu berpengaruh yang aku tuliskan di rentang Agustus hingga Oktober 2018? 

Jika benar begitu, aku benar-benar minta maaf. Aku sama sekali tidak berniat jahat. Hanya, maaf, sedikit berlebihan. Mungkin caraku sedikit keliru, atau malah sangat keliru, tapi jujur aku akui tidak berniat jahat apalagi menjurus ke kriminal. Begini-begini aku lulusan dari Fakultas Hukum. Paham betul tentang seluk beluk hukum. Mana yang dilarang, mana yang tidak. Sehingga aku merasa baik-baik saja menuliskan hal-hal itu di tahun tersebut (yang seluruhnya sudah aku hapuskan). 

Untuk member yang merasa terlibat di tahun 2018, aku minta maaf. Aku tidak berniat sejahat pikiran beberapa orang saat itu. Tidak sampai kriminal juga. Itu juga hanya sebatas tulisan ngalor ngidul di blog ini. Hanya coba menyelesaikan pergumulan rahasia aku, yang sekarang banyak aku tuangkan dalam "Me Déjàvu". Aku juga tidak pernah memaksakan diri hingga kelewat batas. Saat itu aku merasa... yah, cukup segitu saja. Tidak pernah sampai ke rumahnya hingga melakukan aksi teror. Bukan sifat aku yang hingga sedestruktif tersebut. 

Akhir kata, sekali lagi, aku menyampaikan permohonan maaf beribu-ribu kali lipat. Terserah jika ada yang bilang aku tidak tulus. Hanya kepada Tuhan, aku berserah. 















Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~