Meski Karena Lose Streak, Setidaknya Dianggap Ada

 










"Your love makes me strong, your hate makes me unstoppable." - Cristiano Ronaldo










 






Aku kadang suka bertanya kepada diri sendiri, sebenarnya aku ini dikenal publik atau tidak, sih?

Sejak September 2018, aku sudah cukup lama   bermain Mobile Legends. Ada banyak kenangan yang aku alami bersama game ini. Kalau diingat-ingat, pada periode 2019 sampai 2021, aku juga bukan orang yang sempurna. Saat sedang kalah atau mengalami lose streak, aku sering terbawa emosi dan memaki pemain lain. Lalu pada tahun 2021 sampai 2022, aku juga pernah berkata tidak enak kepada beberapa pengguna Instagram. Kalau melihat ke belakang, tentu ada penyesalan dan ada banyak hal yang ingin aku perbaiki dari diriku sendiri.

Di sisi lain, aku juga pernah merasakan kebahagiaan ketika salah satu novelku, "Tak Sambat", sempat trending di Kwikku. Begitu juga dengan "Warnet Cincai". Angka pembacanya mencapai ribuan kali, dan kadang aku bertanya-tanya, apakah angka itu benar-benar mencerminkan banyaknya orang yang mengenal karya-karyaku, atau sebenarnya aku masih seperti kebanyakan orang lainnya?

Aku masih bertanya-tanya, apakah aku ini masih orang biasa, seperti lagu "Orang Biasa" yang dinyanyikan Sisca Saras bersama Aziz Hedra (yang beberapa hari yang lalu, baru saja berulang tahun)? Atau sebenarnya aku sudah bisa dibilang dikenal, hanya saja belum setenar para public figure atau content creator yang memiliki audiens jauh lebih besar?

Jujur saja, aku pernah membayangkan hal-hal sederhana. Misalnya, ketika keluar rumah ada orang yang menyapa, "Eh, ini yang punya vlog nuellubis TV, ya?" atau "Ini yang punya blog IMMANUEL'S NOTES?" atau "Ini yang nulis TAK SAMBAT di Kwikku?" atau "Ini yang nulis FANS DIAS di Fizzo?"

Aku tidak memungkiri bahwa ada keinginan untuk dikenal. Mungkin tidak harus setenar Jerome Polin atau Ferry Irwandi (atau juga Shania Gracia yang sering kusebut-sebut namanya di blog ini), tapi ada perasaan senang jika ternyata karya-karya yang selama ini aku buat bisa meninggalkan kesan bagi orang lain (meskipun bisa jadi mereka merasa sudah mengenal aku karena hal-hal negatif terkait aku). Karena pada akhirnya, bukankah setiap orang yang berkarya berharap bahwa apa yang ia buat, itu dapat ditemukan, dibaca, ditonton, dan dikenang oleh orang lain?

Mungkin, selama masih ada orang yang membaca tulisan-tulisanku, menonton videoku, atau sekadar mampir ke blogku, aku tidak benar-benar berjalan sendirian. 

Setidaknya juga aku ingin, begitu aku jalan-jalan di luar rumah dan komplek, ada orang-orang mendekatiku, sambil berkata bahwa mereka mengenalku karena aktivitas aku di internet, meski seburuk apa pun yang aku lakukan. Lebih baik seperti itu, daripada ada satu-dua orang hanya duduk di dekat aku, kadang celingak-celinguk, lalu ...DUAR ...pikiran aku mendadak berkecamuk lagi dengan banyaknya "ide" dalam kepalaku. 
















Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~