Kenapa Aku Menganggap Lionel Messi sebagai GOAT 🐐

 
























Ada satu momen kecil setelah kemenangan Argentina yang menurutku justru lebih menarik daripada tiga gol yang dicetak Lionel Messi. Saat pertandingan memasuki menit ke-80, Messi ditarik keluar. Ia baru saja mencetak hattrick dan menjadi bintang kemenangan Argentina. Ketika kembali ke bangku cadangan, ternyata tempat duduk sudah penuh. Thiago Almada langsung berinisiatif menawarkan kursinya kepada sang kapten. 

Yang membuatku tersenyum adalah respons Messi. Dengan santai, ia menolak tawaran itu dan memilih duduk lesehan di bawah, yang bersama rekan-rekannya. Ah, bagi sebagian orang, itu mungkin hanya gestur sederhana. Namun bagiku, momen kecil seperti itu justru memperlihatkan sisi rendah hati seorang pemain yang sudah memenangkan hampir semuanya.

Jujur saja, aku paham kenapa gaya bermain Messi sering menjadi bahan kritik. Di lapangan, ia tidak selalu terlihat seperti pemain yang bekerja paling keras. Kadang ia lebih banyak berjalan kaki, sesekali hanya melihat-lihat situasi, seolah tidak terlalu terlibat dalam permainan. 

Akan tetapi, menurut aku, justru dari situ aku semakin kagum. Ketika pemain lain berlari ke sana kemari, Messi sering kali memilih untuk menghemat energinya. Yang kali pertama ia lakukan itu mengamati permainan terlebih dahulu, mencari celah, lalu ketika bola datang, semuanya berubah dalam sekejap. Sedikit sentuhan, satu giringan pendek, satu umpan atau tembakan, dan situasi yang tadinya biasa saja bisa berubah menjadi peluang berbahaya.

Menurutku, sepak bola bukan lomba siapa yang paling banyak berlari. Sepak bola adalah tentang memahami ruang, membaca permainan, dan membuat keputusan yang tepat. Karena itulah, aku pribadi masih menganggap Messi sebagai GOAT. Messi sudah memenuhi kriteria yang sudah aku sebutkan. 

Ini bukan berarti aku meremehkan Cristiano Ronaldo. Aku pun dulu sangat menyukai permainan CR7, saat masih di Manchester United. Sebagai penggemar sepak bola, aku pun sangat menghormati pencapaian Ronaldo. Disiplin, ambisi, dan etos kerjanya luar biasa. Ia membuktikan bahwa kerja keras dapat membawa seseorang ke puncak dunia.

Namun, jika aku harus memilih, aku lebih menyukai cara Messi bermain. Ada sesuatu yang terasa lebih alami dan lebih mengalir dalam permainannya. Ia tidak selalu harus menjadi pusat perhatian. Bahkan ketika baru saja mencetak hattrick, ia masih bisa dengan santai duduk di lantai tanpa merasa dirinya lebih besar daripada orang lain.

Mungkin itulah yang membuatku terus menikmati permainannya selama bertahun-tahun. Mungkin, itulah juga alasan mengapa, bagiku, Lionel Messi akan selalu memiliki tempat khusus dalam perdebatan tentang siapa pemain terbaik sepanjang masa. Aku tetap memilih Lionel Messi sebagai THE REAL GOAT daripada seorang Cristiano Ronaldo yang beberapa kali menuai kontra dengan caranya bermain di lapangan. Sedikit-dikit dia yang harus terima bola, dan hanya untuk dieksekusi sendiri. Masih terngiang saat CR7 marah-marah saat dirinya diganti di Piala Dunia 2022 kemarin. 

Astaga, aku sampai mengetik, "NGGAK BANGET NIH PEMAIN! EGOIS!"















Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~