Beberapa hari terakhir, kabar pertunangan Asnawi Mangkualam dengan aktris FTV Yuriska Patricia cukup ramai di media sosial. Begitu foto lamaran mereka beredar, ucapan selamat langsung berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari sesama pesepak bola, selebritas, sampai para penggemar.
Jujur saja, reaksiku pertama kali sederhana: "Selamat untuk Bang Asnawi!"
Bagaimanapun juga, di usia yang sekarang, wajar kalau seorang pemain sepak bola mulai memikirkan kehidupan berkeluarga. Karier sepak bola tidak berlangsung selamanya. Ada masa ketika jadwal latihan, pertandingan, dan pemusatan latihan perlahan-lahan akan digantikan oleh urusan rumah tangga dan keluarga.
Namun seperti biasa, internet tidak pernah kehabisan bahan bercanda. Ada yang langsung mengaitkan kabar ini dengan kisah Pratama Arhan dan Azizah Salsha. Kolom komentar pun dipenuhi berbagai celetukan seperti, "Drama Arhan mau diulang?" atau "Semoga nggak jadi Arhan jilid dua."
Sebagian lainnya malah fokus pada profesi Yuriska Patricia yang merupakan aktris sinetron dan FTV. Aku sampai membaca komentar yang berbunyi, "Ini kan yang di sinetron aku menangis."
Warganet memang punya bakat luar biasa untuk menghubungkan segala sesuatu dengan referensi yang bahkan tidak terpikirkan oleh orang lain. Bahkan ada juga komentar yang membuatku tertawa karena permainan katanya cukup kreatif.
"Akhirnya Asnawi mangku istri, bukan Mangkualam."
Kalau dipikir-pikir, memang receh. Tapi aku tetap tertawa membacanya.
Di sisi lain, ada pula komentar yang mencoba memberikan nasihat ala-ala senior kehidupan. Salah satunya berbunyi, "Mumpung masih bersinar, cari cewek yang cantik. Nanti kalau sudah redup pasti yang cantik milih yang berduit."
Aku pribadi tidak terlalu setuju dengan cara pandang seperti itu. Hubungan manusia tentu jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan popularitas, ketampanan, atau jumlah uang di rekening. Tetapi begitulah media sosial. Semua orang bebas menyampaikan pendapatnya.
Yang menarik, aku juga melihat ada yang berkomentar bahwa pemain sepak bola Indonesia sekarang mulai terkena "virus WAGs". Istilah WAGs sendiri merujuk pada wives and girlfriends, yaitu pasangan para atlet yang sering ikut menjadi sorotan publik.
Kalau dipikir-pikir, fenomena ini memang bukan hal baru. Di Eropa sudah berlangsung sejak lama. Ketika seorang pemain sepak bola semakin terkenal, perhatian publik sering kali tidak hanya tertuju pada performanya di lapangan, tetapi juga kehidupan pribadinya.
Pada akhirnya, di balik semua candaan, meme, dan komentar warganet, aku melihat satu hal yang cukup sederhana. Bahwa Asnawi Mangkualam sedang memasuki babak baru dalam hidupnya. Makanya, sebagai salah satu pemain yang sudah cukup lama menjadi wajah sepak bola Indonesia, ia tentu sudah melewati banyak tekanan, kritik, pujian, dan ekspektasi publik. Kini ia juga sedang membangun kehidupan pribadi bersama orang yang dipilihnya.
Karena itu, terlepas dari berbagai komentar yang beredar di internet, aku memilih mengucapkan beberapa kata saja. Ah, selamat untuk Bang Nawi dan Yuriska Patricia. Semoga rencana baik mereka berjalan lancar, diberi kebahagiaan, dan kelak dapat membangun keluarga yang harmonis. Semoga Asnawi semakin gacor main di tim nasional dan klubnya.
Semoga untuk kali ini, warganet bisa sedikit lebih santai.


Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^