Belakangan aku melihat banyak perdebatan soal satu momen dalam pertandingan Portugal. Ada yang mengatakan Cristiano Ronaldo egois karena memilih menembak sendiri, padahal Bruno Fernandes berada dalam posisi yang cukup baik. Malah posisi Bruno lebih baik dari Cristiano Ronaldo. Aku setuju dengan opini salah satu warganet.
Akan tetapi, ada juga yang membela Ronaldo dan mengatakan bahwa situasinya tidak sesederhana itu. Dia bilang, satu-dua pemain Kongo sudah menekan pergerakan Cristiano Ronaldo atau beberapa pemain Portugal.
Kalau aku melihat tayangan ulangnya, menurutku situasinya memang tidak hitam putih. Di dekat Ronaldo ada pemain lawan dari Kongo yang siap menyergap. Kalau bola tidak diambil Ronaldo, besar kemungkinan pemain Kongo itu yang lebih dulu menguasainya. Sementara posisi Bruno Fernandes memang relatif lebih jauh, meskipun ia sedang bebas.
Aku juga berpikir, kalau Ronaldo benar-benar menyadari keberadaan Bruno dalam posisi yang lebih menguntungkan, mungkin saja ia akan memilih melepaskan umpan. Bagaimanapun, tujuan utama tim seharusnya adalah memenangkan pertandingan, bukan mengejar pencapaian individu siapa pun.
Namun, di sisi lain, menurutku memang ada satu aspek penting dalam sepak bola modern, yaitu kemampuan melakukan scanning. Pemain perlu mengetahui posisi rekan setim dan lawan sebelum menerima bola. Dengan begitu, keputusan yang diambil setelah bola datang bisa lebih cepat dan lebih tepat.
Karena itulah, kalau memang Bruno berada dalam posisi yang lebih baik tetapi tidak terlihat oleh Ronaldo, berarti ada aspek yang bisa dikritik dari pengambilan keputusannya. Semua pemain, termasuk pemain terbaik sekalipun, tentu tidak luput dari kesalahan.
Yang membuatku lebih heran, justru budaya menyalahkan pemain tertentu setiap kali hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Dulu Bruno Fernandes dan João Cancelo sering menjadi sasaran kritik ketika Portugal mengalami kesulitan. Sekarang, bahkan Vitinha dan João Neves, dua gelandang yang baru dua kali beruntun tampil di final Liga Champions, juga mulai menjadi sasaran ejekan sebagian pendukungnya. Menurutku, hal seperti ini justru menunjukkan bahwa kadang-kadang masalahnya bukan semata-mata performa pemain tertentu, melainkan kecenderungan sebagian orang untuk selalu mencari kambing hitam.
Sebagai penggemar sepak bola, aku menikmati perdebatan taktik dan analisis pertandingan. Sayangnya aku juga merasa bahwa kritik seharusnya diberikan secara proporsional. Tidak setiap peluang yang gagal menjadi gol harus berujung pada tuduhan bahwa seseorang egois, dan tidak setiap kekalahan harus membuat pemain lain menjadi sasaran cemoohan.
Pada akhirnya, sepak bola adalah permainan yang penuh keputusan dalam hitungan detik. Kadang keputusan itu benar, kadang bisa juga salah. Menurutku, itulah yang membuat olahraga ini selalu menarik untuk dibicarakan.
Untuk Cristiano Ronaldo, mungkin ada baiknya dia pensiun saja sebagai pemain sepak bola. Mengundurkan diri dari tim nasional Portugal. Berikan banyak kesempatan kepada pemain-pemain Portugal yang lebih berprospek cerah.
Omong-omong, aku masih kesal, setiap menonton ulang Portugal versus Kongo tersebut. Banyak peluang terbuang sia-sia. Boleh mengumpat?
Hanya mau ngomong, "Bang Dodo tolol! Egois! Fans-nya lebih bego lagi!"



Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^