Anak-anak jaman sekarang bilangnya itu adalah baper. Alias bawa perasaan. It's okay.
Namun, bolehkah aku bertanya satu hal ke teman-teman pembaca IMMANUEL'S NOTES? Pernahkah kalian punya perasaan saat membuka satu akun media sosial, entah media sosial yang mana, dan merasa sepertinya sedang ada yang menyampaikan sesuatu--yang menyampaikan sebuah pesan tersembunyi--ke kalian? Pernahkah?
Itulah yang aku rasakan saat membaca status WhatsApp dari beberapa orang. Aku merasa sedang kedatangan pesan-pesan--entah apa disebutnya--dari beberapa orang. Ah, mana itu negatif. Seolah-olah aku baru saja patah hati. Seakan-akan aku baru saja ditolak cintanya. Seperti orang yang baru saja putus cinta.
Yang di bawah ini maksud aku. Entah benar atau tidak, perasaan semu aku ini.
Curhat sedikit. Jadi, begini, sejak 2015, aku punya perasaan aneh. Sewaktu-waktu aku bisa merasakan sedang disukai seorang perempuan. Sewaktu-waktu pula, aku merasa, well, sedang patah hati atau putus cinta.
Ah, semoga...
...damn, aku rindu berada dalam momen-momen di mana aku biasa saja dalam melihat postingan-postingan orang lain. Yang tidak sesering ini juga.
Sepuluh-sebelas tahun memang sudah, tapi tidak sesering ini juga. Meski cinta ini hanya hidup di awang-awang pikiran, dampak ke kehidupan nyata aku itu cukup kuat.
Dan, mereka-mereka ini, yang statusnya aku screenshot, membuat aku gelisah sendiri dan overthinking ini kambuh lagi.







Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^