Self-Control

 














Seseorang yang entah dari mana menuliskan seperti ini di Facebook. 


Kunci kuliah (dengan) IPK bagus dan berprestasi, itu hanya satu: Uninstall Mobile Legends. 

Setelah uninstall Mobile Legends, (ini yang terjadi) 

1. Udah nggak main game sampe tengah malam
2. Udah nggak pernah mabar atau nongkrong sampe tengah malam
3. Udah nggak pernah ngata-ngatain anak orang 
4. Emosi stabil dan tingkat stress menurun

Nyari hiburan sehabis stress kuliah (lewat) main Mobile Legends, itu bukan pilihan tepat. Yang ada tambah stress, mending nonton film atau main game non kompetitif.




Lalu, komentarnya dibalas oleh salah seorang warganet. Sebut saja MZ. 


"Yah, memang game, jika sudah masuk ranah kompetitif, apalagi berburu rank, pasti akan candu.

Pelarian hiburan juga seperti menonton film akan bisa merusak rutinitas harian, jika diterusin. 

Apa bedanya jika kau menonton, masih bisa ditunda. Tidak akan lari hiburanmu. Beda dengan game kompetitif. Kau absen kejar leaderboard seminggu saja, sudah mulai tertinggal. Apa lagi ada batasnya dalam format reset season. Belum lagi event-event-nya membuat beberapa player merasa gatal kalau tidak diselesaikan.

Mungkin kamu bagus self control-mu, tapi orang lain belum tentu.

Setiap personal punya batas toleransinya sendiri. Jangan samakan standar dirimu dengan orang lain yang dari sudut pandangmu benar, tapi mereka salah.



Sebetulnya ada banyak tanggapan atas cerita awal seseorang yang kita sebut saja RX. Aku pilih yang dituliskan oleh si MZ. 

Aku tak membenarkan sekaligus menyalahkan. Itu hak RX bercerita sekaligus membagikan kesaksiannya ke dunia maya. Secara etis, tidak boleh juga dikecam. Setiap orang memiliki pandangannya sendiri-sendiri dalam mengatur hidupnya. 

Aku pun belajar begitu banyak dari meme sekaligus kesaksian si RX. Bukan perkara bermain game yang mengganggu aktivitas perkuliahannya. Yang kupelajari itu adalah:















"Jika kita berani mengeluarkan pernyataan di dunia maya, kita harus siap pula dengan konsekuensinya. Mau mendengar yang pro dengan kita. Mau pula menghadapi yang kontra dengan kita. Simpan saja di kepala jika hanya mau yang pro. Hidup itu begitu. Selalu penuh pro dan kontra."


Just a note to myself. 













Yang terakhir, cobalah untuk hanya selalu mendengarkan suara yang sekiranya baik dan mendukung diri kita. Tolaklah yang sekiranya, secara insting, bisa merugikan kita. Kita yang seharusnya mengendalikan situasi; bukan situasi yang mengendalikan kita. 

Eh, tadi si MZ mengatakan mengenai self-control. Nah, itu, yang aku tulis di paragraf sebelumnya, bisa dikatakan sebagai sebuah self-control. Bahkan yang dilakukan si RX (yang membatasi bermain Mobile Legends) pun disebut sebagai self-control. 






Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~