Mengenang BBM

 














Seseorang di dunia antah berantah berkata:

Nggak pernah pakai BBM. Dari awal, sudah pakai Android, Samsung Galaxy Spica di 2010. Sempat terasing dan ditertawakan, tapi, nggak apa-apa. Karena akhirnya idealisme gue membuktikan gue yang benar dan yang tertawa terakhir. Semua yang pakai BlackBerry dulu, akhirnya mengikuti gue pakai Android dan Apple--dengan aplikasi WhatsApp. 

Di 2010, lagi booming, BBM itu single platform di BlackBerry doang. Android dan Apple nggak diajak. Terus, untuk BBM-an itu perlu paket terpisah, selain paket internet. Itu berbeda sama alternatifnya yang cukup kuota internet. Baru ketika mulai turun, karena Android dan I-Phone mulai populer, RIM melepaskan BBM untuk jadi multiplatform di 2013, di mana orang-orang mulai pindah ke Line atau WhatsApp yang multiplatform.

Ketika muncul di Android, di 2013, orang-orang mulai pindah ke Line yang multiplatform, terus WhatsApp. Masa untuk BBM-an, kita mesti beli paket terpisah, selain paket internet? 

Ah, itu konyol banget. Udah gadget-nya belum capacitive touch screen, pulak. Masih respect apple, walau exclusive. Memang canggih dan berkualitas, namun seabsurd itu. Alhamdulillah, orang-orang sadar sekarang kekeliruannya. 










Sementara aku mulai menggunakan BBM di bulan Agustus 2014. Eh, atau mungkin di bulan Juli. Pokoknya, di tahun 2014, deh. Karena di tahun itu, aku mulai menggunakan smartphone. Smartphone pertama aku adalah Nokia Lumia, lalu hijrah ke Samsung J5, dan akhirnya, Xiaomi Redmi 9C.

Ponsel pertama aku adalah Nokia 1325 CDMA. 






























Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~