Mungkin Shania Gracia itu Tidak Hobi Baca

 












Oke, ini bukan karena aku punya perasaan khusus dengan Shania Gracia atau bukan. Bodoh amat, lah, dia mau berpacaran dengan siapa. Toh, sudah bukan member JKT48 lagi. Kalau nanti asumi Kopi Idol dan kroni-kroninya benar, yang tentang hubungan rahasianya dengan artis bernama Andy Wijaya, aku memilih untuk tidak mengurusinya lagi. 

Lelah rasanya, berhadapan dengan seseorang Shania Gracia. Menurut aku, well, benar juga yang dikatakan temanku, dia banyak gengsinya. Banyak maunya. Sampai susah untuk mengikutinya. Namun enggan untuk menjawab setiap pertanyaan yang sudah aku ajukan ke dia sejak 2021 yang kemarin. 

Langsung, loh, aku bertanya. Garis bawahi, LANGSUNG! 

Aku pun tidak tahu itu nomor WhatsApp siapa, akun Facebook siapa, dan surat elektronik siapa. Yang jelas, ke akun-akun itu, aku sering bertanya macam-macam tentang Shania Gracia. Seolah-olah sedang berhadapan dengan orangnya langsung, dan saat dia masih menjadi member JKT48. 

Pertanyaan-pertanyaan yang sering aku tanyakan itu, tentu saja bukan tentang perasaan dia untuk aku. Aku tidak segila begitu juga. Aku bertanya hal-hal remeh temeh dulu. Tentang apa dia bisa masak, suka masak, film kesukaannya Gracia, sampai Gracia ini memiliki minat ke buku atau tidak. 

Yang terakhir itu pertanyaan wajar, dong. Aku ini seorang penulis. Mungkin aku bukan penulis yang novelnya dijadikan webseries dan Gracia terlibat dalam pembuatan webseries tersebut. Namun aku tetap seorang penulis, meski sering lewat platform-platform menulis. 

Ngidol itu salah satu hobi aku. Sudah mengikuti 48 Group, termasuk JKT48, sejak 2013. Alangkah senangnya seorang penulis hijau atau debutan, jika oshi atau idolanya terlibat dalam hobi yang sama. Ini di luar dari persoalan romansa picisan yang serba tarik ulur tak keruan. 

Makanya aku bertanya ke 'Gracia' seperti itu. Yang sebetulnya masih kuragukan, itu dengan orang asli atau bukan. Andai bukan dengan orang asli, pikirku itu hanya satu, si pengguna itu mau meneruskan ke Gracia langsung atau tidak. 

Sampai detik ini, setiap pertanyaan itu belum kunjung terjawab. Hingga Gracia terlibat dalam webseries tersebut. Aku juga baru sadar, betapa Gracia ini jarang sekali memegang buku. Dia paling sering mengenakan kacamata  (dan seringnya tanpa lensa) atau filter kacamata ala nerd. Sekonyong-konyong aku teringat kata-kata beberapa teman yang berkata bahwa dunia hiburan atau keartisan itu identik dengan glamour life. Yang serba ajeb-ajeb di night club, travelling ke beberapa tempat eksotis, hang-out di kafe estetik atau mal, dan... yah, jarang sekali bersentuhan dengan dunia literasi atau sastra.

Sampai di situ, aku sadar... yah, sudah, lah, berarti Shania Gracia ini tidak suka membaca buku. Dia lebih suka travelling atau ajeb-ajeb di night club--sambil mabuk-mabukan tidak keruan. Mungkin dia mempertahankan gaya hidup seperti itu, demi terus bertahan di dunia akting. Kejar penghargaan sebagai aktris muda. Sampai akhirnya terjebak dalam gaya hidup artis yang aku ketahui dari beberapa teman saat kuliah. 

Yang masak pun sama. Aku juga jarang melihat Gracia ini tengah di dapur. Sampai akhirnya aku menyimpulkan bahwa Gracia tidak bisa memasak. Kurang familier dengan dunia dapur. 

Andai anggapan aku salah, mohon diluruskan di kolom komentar yang ada di bagian bawah. Aku juga manusia. Masih bisa khilaf. 

Akan tetapi, aku masih berharap bisa dijawab sendiri oleh Gracia. Berharap orangnya langsung membaca postingan blog aku ini. 

















Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~