Sepertinya kalau mau membicarakan tentang Shania Gracia, biarlah di blog aku ini. Jangan di platform menulis apalagi aun media sosial.
Hehe.
Semalam aku bermimpi bertemu dengan Shania Gracia. Ia bilang ia minta maaf. Hanya ingin aku sadar. Jangan mempermainkan dia. Pun, dia berkata itu mungkin menjadi last project dia sebagai aktris di dunia akting. Juga, dia mau serius dalam hal pelayanan di gereja. Dia mau coba ikut koor gereja.
Ya, sudahlah, namanya juga mimpi. Bisa menjadi kenyataan, atau hanya bunga tidur. Benar yang pernah dikatakan salah seorang teman aku. Untuk tidak menyeriusi setiap kehidupan yang ada di alam mimpi. Jika terjadi, puji Tuhan. Jika tidak terjadi, kita tidak bisa berkata, bahwa kita sedang dibohongi.
Tidak seharusnya seseorang disebut sebagai manipulatif, penipu, pembohong, atau yang lainnya, hanya karena dia berkoar-koar tentang mimpinya saat tidur, tapi tidak terjadi di kemudian hari. Lebih jahat lagi, hanya karena mimpi saat tidur, seseorang dipertanyakan kewarasannya.
Omong-omong, aku teringat dengan Usopp, salah seorang di kapalnya Monkey D. Luffy. Awalnya dikira pembual karena mimpi-mimpinya. Lambat laun, setiap mimpinya malah menjadi nyata dengan sendirinya.
Last but not least, jangan bosan untuk menyimak segala cerita ngawur aku tentang Shania Gracia. Anggap saja ngawur. Toh, sebenarnya aku kurang akrab dengan Gracia itu sendiri. Mau dibilang halu, silahkan.



Comments