Good Bye, Giant!

 











Entah benar atau tidak, Giant akan menutup seluruh gerainya pada bulan Juli 2021. Apakah ini efek dari pandemi ini? Wah, kalau itu benar-benar terjadi, aku sangat sedih sekali. Aku pun merasa sangat kasihan dengan setiap karyawan-karyawati yang harus di-PHK (baca: pemutusan hubungan kerja). Pasti sulit sekali untuk mereka mencari pekerjaan. 

Untuk Giant sendiri, aku sangat merasa kehilangan sekali. Banyak kenangan yang aku miliki dari supermarket tersebut. Awal aku mengunjungi Giant, itu terjadi di bulan Januari 2004 yang lalu. Kebetulan sekali aku mengunjungi gerai pertama mereka yang berlokasi di depan persis Vila Melati Mas. Saat itu, aku mengunjungi Giant bersama keluargaku, yang setelah kunjungan perdana ke Giant tersebut, aku dan keluargaku menjenguk Mendiang Mami yang tengah dirawat di Cikini. Saat itu pula, fokus keluargaku adalah untuk belanja mingguan. Akan tetapi, aku sempatkan diri untuk membeli beberapa buah bahan bacaan seperti komik dan majalah Liga Italia. Kenangan lainnya adalah piala dunia--yang aku lupa piala dunia untuk jenjang usia berapa. Yang aku ingat, itu diselenggarakan di kawasan Amerika Selatan. Tiga pemain yang sangat aku sukai gaya permainannya adalah Dudu, Dagoberto, dan Diego (yang kelak akan bermain di Werder Bremen). Ah, indahnya kenangan manis tersebut!

Selain itu, Giant juga mengingatkan aku dengan Almarhum Dias. Saat masih kuliah, aku ingat setiap pertemuan awal aku dengan Dias, itu selalu terjadi di dalam Giant (khususnya Giant Plaza Semanggi). Dias pula yang mengenalkan aku dengan tempat kuliner yang serba murah dan nyaman sekali. Tempat kuliner itu berada di dalam supermarket Giant, yang salah satu gerainya itu berlokasi di lower ground dari Plaza Semanggi. Aku pernah membahas tempat kuliner tersebut di: Warung Giant. Hingga terakhir aku makan di sana pada tahun 2015 yang lalu. Berikutnya, Giant yang berada di Plaza Semanggi itu digusur. Ah, saat itu aku sangat merasa kehilangan sekali. Hilang sudah tempat kuliner dengan harga murah dan sangat nyaman. 

Tak hanya Giant Vila Melati Mas dan Giant Plaza Semanggi, ada satu Giant lagi yang membekas di hati aku. Itu adalah Giant BSD yang berada di seberang Teraskota. Aku mendadak teringat dengan setiap pertemuan aku dengan Dion. Kadang aku hang out bareng Dion di gerai Giant tersebut. Atau, saat aku hendak pulang dari AEON MALL (pasca menonton satu show yang sangat menarik hati), aku sempatkan diri untuk mampir di gerai Giant tersebut. Kenangan yang sungguh sulit untuk dilupakan! 

Hanya hidup dalam kenangan sekarang. Rest in my memory, please. Tahun lalu McDonald Sarinah yang terpaksa ditutup. Tahun ini Giant. Tahun depan apa lagi? Please, don't let the others follow it again, too

Well, benarlah kata-katanya tersebut. Kita (sangat) baru bisa menghargai sesuatu saat sesuatu itu sudah menjadi kenangan. Kenangan selalu manis. Tak ada kenangan yang pahit. Andaikan pahit, tak mungkin dikenang, bukan?















Comments

Place Your Ads Here