Orang Paling Positif yang Pernah Aku Temui

 













Di timeline salah satu akun social media, ada yang membagikan screenshoot beberapa Insta Story seorang penulis beken yang sekarang sudah menjelma menjadi selebrita. Sekonyong-konyong hal itu mengingatkan aku pada kejadian empat tahun yang lalu. Di Summarecon Mal Bekasi. Di bulan September 2017. Terjadilah obrolan konyol antara aku dan Almarhum Dias. 


Aku: "Yas, apa mungkin, yah, novel gue, #misiterakhirrafael itu dibajak?"

Dias: "Yah, nggak tahu gue. Mungkin, kali. Tapi, ambil sisi positifnya aja, Bro. Itu artinya karya lu diapresiasi, walau caranya (sedikit) nggak enak. Dengan dibajak gitu, makin banyak orang yang tahu novel lu."


Miris, yah, dengarnya. Padahal pembajakan itu sesuatu yang tak sedikit orang tidak menyukainya, Almarhum Dias masih coba melihat sesuatu yang baik dari sebuah pembajakan. Well, di samping itu, memang sejak awal, aku dan Almarhum Dias sudah lama mencurigai beberapa keganjilan selama "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" masuk ke toko buku offline sejak Maret 2016. Kadang aku berpikir itu cara Dias untuk menyemangati aku untuk tidak patah semangat. 

Omong-omong, maaf jika tulisan di atas terdengar nyinyir atau negatif, yah. Anggap saja hanya sebuah katarsis. Pelampiasan uneg-uneg belaka. Yang aku mau sampaikan juga: 

"Train your mind to see the good in every situation."

Almarhum Dias selalu sukses dalam hal melihat yang baik dalam segala situasi. Padahal pembajakan lebih sering menuai mudarat, eh Dias malah coba mengajak aku untuk melihat hal positif dari sebuah pembajakan. 















Satu lagi, Almarhum Dias sering membukakan mata aku akan banyak hal yang tadinya aku anggap itu hanya mitos atau takhayul belaka. Salah satunya, sekarang ini aku baru sadar ternyata musuh dalam selimut itu memang ada. Kelihatannya saja musuh, nyatanya bukan. Sepertinya aku mulai paham kenapa dia memutuskan untuk keluar dari sana. 

Almarhum Dias, menurutku, juga seperti definisi kucing menurut salah seorang penulis buku. Dia kadang tahu bagaimana caranya bahagia. Walau selama hidupnya, Dias sering diperlakukan kurang menyenangkan, di mataku,  Dias lebih sering terlihat di bahagia, meskipun wajahnya sering sendu. Dias bahkan masih bisa memaksakan dirinya untuk tersenyum di tengah segala pergumulannya. 














Comments

Place Your Ads Here