Gang Penuh Cinta & Kenangan

 













Sejak kecil, aku suka bingung kenapa jalan kecil antara dua rumah itu bisa ada. Apakah sudah ada semacam kesepakatan antara beberapa rumah--sehingga sebuah gang tercipta? Yah, itulah sedikit pemikiran aneh yang dimiliki Nuel Lubis versi anak SD yang mendadak kembali mencuat setelah aku memasuki lagi gang yang cukup bersejarah untuk masa kanak-kanak aku. 

Gang ini tak jauh dari dari warung keluarga Syafri. Gang ini juga sering aku lewatkan sebagai jalan pintas. Daripada harus melewati jalan yang lebih panjang, lebih baik melintasi gang kecil ini. Setiap kali ingin menuju ke gedung serba guna, pasti aku harus melewati gang ini. Sungguh gang yang sangat penuh dengan kenangan. 

Bingung juga aku harus bercerita.  Terlalu banyak memori tentang gang ini. Ingat Mendiang Mami juga. Ingat beberapa orang pula seperti Mbak Yuni, Mbak Inah, Ibu Sumiati, atau Dodo McFadden serta teman-teman masa kecil yang lainnya. Pun, di setiap kiri dan kanan temboknya, anak-anak sekolah masih tetap suka melakukan vandalisme. Jadi ajang menembak lawan jenis juga. Iya, pagi mengguratkan perasaannya di tembok gang itu, malamnya sudah jadian dengan pujaan hatinya. Sederhana sekali dalam menyatakan cinta, sampai aku cemburu. Sebab, bagiku, tak mudah untuk bilang "I love you" ke dia--yang saat itu, aku tak tahu dirinya di mana (ini tentang Eci, yang sepertinya semua sudah tahu identitas Eci yang sesungguhnya, yang silahkan baca: Si Gadis Bertopi Lusuh). 

Lucu. 

Apanya yang lucu? Yah, itu, anak-anak sekolah tersebut. Mereka dengan santai melakukan vandalisme hanya demi menyatakan cinta. Di tembok gang ini, ada bukti cinta mereka, yang begitu putus, tamatlah riwayat mereka, seolah-olah hidup hanya melulu tentang cinta. Dan, cinta bukan melulu tentang romansa antara laki-laki dan perempuan. Bisa pula cinta Tuhan ke makhluk ciptaan-Nya atau cinta orang tua ke anaknya. Yah, namun begitulah hidup. Kadang bisa selucu itu. 

Kadang bisa selucu hasil pendapatan yang kuterima dari NovelMe, yang bisa membuat aku menangis penuh kebahagiaan. Akhirnya mengalami kenaikan juga. Tak sia-sia kerja keras aku untuk konsisten memperbaharui "BOY'S ANGEL" selama bulan Ramadhan yang telah berlalu.  Membuahkan hasil juga. Semoga pendapatannya terus konsisten seperti ini hingga aku bisa membeli satu kendaraan untuk aku pribadi. Jess no Limit saja bisa membeli mobil, masa aku tidak bisa dengan "BOY'S ANGEL"? 

Eh, jangan lupa disimak "BOY'S ANGEL". Sebentar lagi mau muncul episode terbarunya yang ke-79. Langsung buka aplikasi NovelMe, yah. Yuk, dukung kenaikan pendapatan Nuel Lubis di NovelMe!





















Comments

Place Your Ads Here