Turut Berduka untuk Dunia Percaturan Indonesia

 












Aku mau menanggapi sedikit isu yang tengah menggoyang dunia percaturan. Menurutku, ini cukup memalukan. Langsung saja, yah. 

Awal ceritanya bermula saat ada seorang player asal Indonesia di sebuah platform catur online. Sebut saja DK. DK ini bertemu dengan Levy, streamer catur terkenal dan Master International (gelar tertinggi kedua di dunia catur). Levy yang dari Amerika Serikat ini memang suka mencari cheater, yang mana seseorang itu bermain dengan bantuan engine catur. Mereka berduel dan Levy kalah. Lalu akun DK ini di-block karena dianggap cheating. Eh, anaknya protes dan terus menerus membela ayahnya. Sampai akhirnya, kabar terakhir yang kudengar, Levy mendapatkan ancaman pembunuhan. Tambahan informasi, sistem deteksi cheating itu sudah diakui oleh FIDE, organisasi catur internasional. 

Well, aku kurang mengikuti catur. Aku tak terlalu jago bermain catur. Kasus ini pula mengingatkan aku dengan Almarhum Dias, yang seingatku dia pernah belajar di salah satu sekolah catur kepunyaan Utut Adianto. Prestasinya, katanya, cukup membanggakan. Permainannya juga cukup jago. Seandainya Dias masih hidup, Dias pasti sudah mengomeli DK. Apalagi sampai ada ancaman pembunuhan. Wah, Dias paling tidak suka dengan yang namanya ancaman, intimidasi, atau tekanan (Aku tahu betul karena dulu cukup sering mengobrol dengan Almarhum Dias yang sebetulnya cukup cinta damai).

Ya sudahlah, itu hanya permainan. It's just a game. Sudah hanya game, secara online pula. Tak perlu seserius itu. DK kalah, tapi DK sudah memiliki satu prestasi yang cukup membanggakan. Tak setiap hari dan tak semua orang mendapatkan kesempatan seperti saat DK menantang seorang streamer catur dengan prestasi luar biasa seperti Levy. Akui saja hasil platform dan minta maaf. Jangan diteruskan lagi kasus tersebut. Tak hanya dunia catur atau Percasi yang dibuat malu, citra Indonesia bisa tercoreng. Masih belum lepas dari ingatan bagaimana seorang Dayana di-unfollow massal oleh mayoritas netizen Indonesia. 

Meanwhile, stop it, and be peaceful, please. It's just a game. Eventhough DK was lost, DK is still the winner, I guess. No more death threats. 

Sebagai penutup, aku cantumkan surat dari Irene Karisma Sukandar terkait kasus perselisihan antara DK dan Levy tersebut. 


#DeepCondolencesForIndonesiaChessWorld












Comments

Place Your Ads Here