Asal Usul Kawasan Menteng

 













Warga Jakarta alias Jekardah pasti sudah sangat mengetahui kawasan bernama Menteng. Kawasan yang namanya sempat melejit berkat Barack Obama ini dulu merupakan daerah yang sebagian diberikan kepada beberapa golongan orang seperti para pejuang, para pejabat negara, dan mereka yang pernah berjasa bagi negara Indonesia. Karena itulah, kawasan Menteng terkenal sebagai kawasan elit, kawasan bergengsi, dan kawasan prestisius. Tak hanya untuk provinsi DKI Jakarta, namun untuk seluruh Indonesia. Ibarat kata, Menteng itu seperti Hollywood-nya Indonesia. Bedanya dengan Hollywood yang merupakan pusat perfilman dan industri hiburan Amerika Serikat, Menteng merupakan satu titik di mana kita bisa berjumpa dengan pesohor, pejabat, atau pengusaha. 

Aku sendiri jarang ke kawasan Menteng. Paling banter aku ke daerah seputar Senayan dan Sudirman saja. Lokasi Menteng juga agak jauh dari dua kawasan yang aku sebut barusan. Karena seringnya aku ke kawasan Senayan, mungkin aku bisa dibilang anak Jaksel, yang bahasanya suka keinggris-inggrisan. Katanya begitu, sih. 

Omong-omong, pernah dengar istilah 'Anak Menteng'? 'Anak Menteng'--menurut salah seorang wartawan senior bernama Wina Armada Sukardi--merupakan sebuah sebutan yang mengacu kepada kewibawaan kawasan tersebut, baik dari sisi ekonomis, kekuasaan, maupun pengaruh. Anak Menteng dikenal sebagai anak yang bonafid dan bergengsi, yang bersekolah di sekolah nomor wahid. Fasilitasnya juga lebih dari cukup. Lingkungan Anak Menteng juga berintelek, berkuasa, dan berduit. 

Sekarang itu semua tinggal kenangan. Jarang sekali ada anak Menteng yang bergelimpangan fasilitas. Tak lebih dari 20% yang bisa dibilang sukses, entah sukses dari parameter mana. Tak sedikit Anak Menteng yang menjual rumah orangtuanya yang berada di kawasan Menteng. Mereka lebih memilih daerah-daerah pinggiran seperti Tangerang, Depok, atau Bekasi. Padahal di masa Orde Baru, banyak Anak Menteng yang sukses. Mungkin itu efek dari pengaruh kewibawaan Soeharto. Setelah peristiwa lengser keprabon, Anak Menteng ikut kena getahnya. 

Miris juga dengan nasib Anak Menteng sekarang ini. Dulu dipuja, sekarang harus terpinggirkan. C'est la vie. Begitulah hidup, yang kata sebagian orang, hidup itu seperti sebuah roda. Kadang di bawah, kadang di bawah. 

Terakhir, thank to Wina Armada Sukardi atas informasi yang dibagikannya melalui akun social media-nya. 







Comments

Place Your Ads Here