Teringat Teman Seangkatan

 













Berita duka cita di atas tersebut mendadak mengingatkan aku dengan suatu masa saat aku masih SMA dulu. Pernah ada teman SMA yang harus berpulang kala dirinya masih remaja. 

Namanya Christine Fransisca. Orangnya cukup manis dan tak bosan dipandangi. Ia lebih pendek dari aku. Begitu aku dan dia sama-sama murid SMA, kami berdua sama-sama duduk di kelas X-B. Aku duduk tak jauh dari dia. Kalau Curie dieliminasi, Christine duduk di sebelah aku persis. Aku lupa ia sampai kapan bersekolah. Mungkin selama satu semester saja, kali. Semester berikutnya, Christine lebih banyak absen. Di tahun ajaran berikutnya, malang tak dapat ditolak, Christine memilih untuk mengakhiri nyawanya karena kalah bergulat dengan kanker. Mungkin hanya enam bulan Christine bersekolah di Tarakanita. Sisanya Christine selama hampir setahun tidak masuk sekolah karena sakit. 

Sekian tahun telah berlalu. Aku tak mengenal Yohanes Vincentius. Namun, junior aku ini sudah sukses mengingatkan aku dengan sosok Christine Fransisca. Mereka berdua sama-sama gugur di usia yang cukup belia. Masih remaja mereka sudah harus dipanggil pulang. Kadang aku suka berpikir mereka lebih beruntung. Atau kita--yang masih hidup--yang lebih beruntung?

Selamat jalan, Yohanes Vincentius. Tenanglah di sana. Kamu sudah bahagia bersama Allah Bapa di surga. 






Comments

Place Your Ads Here