Berteman Tidak Semudah Itu




















Well, hari ini aku baru saja mendapatkan satu pelajaran penting. Selama ini aku sama sekali tidak tahu. Ah, mungkin aku saja yang menganggap remeh. Itu tentang berhubungan dengan orang. 

Jadi, dalam berhubungan dengan orang itu tidak semudah yang aku pikirkan selama ini. Tidak seperti dalam cerita-cerita fiksi. Ada tahapannya. Ada fasenya. Ada prosesnya. Tidak serta merta kita bisa mengklaim diri kita mengenal (akrab) seseorang (sebut saja X). Apalagi jika kita tahu X dari orang lain.

Untuk bisa dibilang kenal X saja, kita harus melakukan beberapa hal dulu. Seperti: kita harus mengobrol intens dulu, lah. Ada juga yang bilang, kita bertemu dulu, lah. Ini-lah, itu-lah. Dan, bla-bla-bla lainnya. Itu baru untuk bisa dibilang kenal X saja. Itu belum dengan 'syarat' menjadi teman atau sahabat X (terutama dalam arti true friend). Yang katanya, kita tentu saja harus tahu rahasia-rahasia kecil yang bersangkutan. Itu pun belum menjadi jaminan bahwa kita akan diterima di lingkaran pertemanannya. 

Ternyata untuk bisa dianggap akrab dengan seseorang, untuk bisa menjadi sahabat seseorang, butuh proses. Ada tahapannya, juga ada (sedikit) tips and trick-nya. Selama ini, aku suka berpikir, yah dari caraku memperlakukan teman-teman bloger aku, yang begitu mudahnya. Hanya dengan berkunjung balik ke blognya, aku sudah serta merta menganggap si teman bloger itu teman. Tak heran, setelah aku sadar, caraku selama ini bisa dibilang sok kenal, sok dekat (Untuk teman bloger aku yang merasa, aku minta maaf, yah). Aku kira selama ini seperti itu. Ternyata menciptakan teman pun ada triknya, ada caranya, juga ada seninya. Semuanya butuh proses. Tak serta merta aku bisa berkata, "Eh, aku kenal, tuh, sama bloger Y," (yang hanya karena aku pernah berkomentar di blognya).

Padahal, tanpa aku ketahui, bisa saja Y risih. Kok bisa-bisanya ada orang mengaku-ngaku mengenal dirinya? Ketemu saja belum pernah, aku ini. Tiba-tiba, hanya karena Y pernah membalas komentarku, lalu Y pernah mampir ke blog aku, bukan berarti aku cukup mengenal pribadi Y. Seperti kubilang tadi, ada triknya, ada caranya, ada seninya, juga ada prosesnya. Kan, tidak semudah itu juga. 

Sebagai penutup, aku juga mau bilang, bahkan tetangga di sebelah rumah kita saja, kita belum bisa langsung mengklaim bahwa kita mengenal tetangga tersebut. Antara tahu dan kenal, itu dua hal yang berbeda. 











Comments

  1. Mampir karena ngerasa susah temenan sama orang. 😅 Walaupun satu kampus satu angkatan kalo ditanya "kenal X ga?" jawaban saya selalu "saya sih TAHU tapi ga tahu deh dia TAHU saya" 😂😂😂 salam kenal 🙏

    ReplyDelete

Post a Comment

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^

Place Your Ads Here