Kisah Itu Sudah Selesai: Sebuah Resolusi

 














Bulan depan, Almarhum Dias akan berulangtahun. Dias berulangtahun pada tanggal 11 Desember. Dan...

...

Terkait Dias, ada banyak kisah yang belum selesai. Juga, ada banyak impian yang belum terwujud. Ada banyak cerita aneh bin ajaib. Banyak petualangan seru yang kualami bersama Dias. Banyak pembelajaran yang kudapatkan dari senior aku yang bertinggi-badan nyaris 180 centimeter tersebut. Perkenalan aku dengan Dias di 2010 itu mengantarkanku kepada banyak orang yang menakjubkan. Satu sosok yang luar biasa, seorang Dias itu. 

Well, Sobat, tenanglah di sana. Walau banyak impian kamu belum tercapai, idealisme-idealisme kamu yang masih sulit diterima oleh kebanyakan orang (yang beberapa tertuang di IMMANUEL'S NOTES), aku percaya bahwa segala sesuatunya akan menjadi indah pada waktunya. Terima kasih juga atas segala kebaikan, nasehat, uang, waktu, dan... terima kasih sudah mengenalkan aku pada seorang perempuan yang luar biasa (yang wajahnya sempat menghiasi IMMANUEL'S NOTES). 

Rasa-rasanya aku masih belum percaya kamu sudah tiada di dunia yang fana ini. Aku merasa kamu masih memiliki raga. Juga, aku masih percaya tidak percaya segala hal yang aku dan kamu alami itu pernah terjadi. Kejadian-kejadian itu terasa seperti dongeng saja, namun itu sangat nyata. Ternyata itu memang semua nyata dan sudah terjadi. Sekitar lima-enam tahun kita mengalami banyak petualangan yang luar biasa menarik dan tak terlupakan. Tak semua orang bakal langsung percaya jika kuceritakan setiap detailnya. Percaya tak percaya, itu nyata. Pernah terjadi dalam hidup aku. 

Dias, happy 33rd birthday to you. Kamu meninggal di usia yang terlampau muda. Ayah dan Mama kamu bahkan masih hidup. Kamu pergi mendahului mereka. Banyak impian kamu juga yang belum tercapai. Satu hal yang aku pelajari dari kamu: kegigihanmu, kesabaranmu, keikhlasanmu, ketulusanmu, dan kebersahajaanmu. Semoga aku bisa meniru itu semua. 

Sekarang, satu kisah sudah kuanggap tutup buku. Ijinkan aku, Sobat, untuk membangun impian-impian baru. Impian-impian lama aku sudah terwujud (cek: resolusi 2013). Itu semua memiliki peranan kamu di dalamnya. Segala motivasimu membuat aku berhasil menelurkan banyak karya (walau kebanyakan di jalur indie--yang tak semua orang tahu). Well, inilah impian-impian baru aku:


1. Ingin memberangkatkan orang tua aku ziarah ke tanah suci (Holy Land). Tanah suci di sini maksudnya Yerusalem;

2. Suatu hari nanti aku pasti bisa berkenalan dan berteman dengan para pembaca "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh"  yang masuk ke toko buku di 2016. Dengan jumlah royalti yang sudah kuterima, aku percaya pasti ada pembaca di luar keluarga dan teman.

3. Bisa berpelesiran ke beberapa tempat yang selama ini hanya bisa kupandangi di beberapa media;

4. Ingin sukses sebagai seorang pengusaha. IN's Online Shop makin naik daun; 

5. Novel-novel aku bisa diterima oleh masyarakat luas. Lalu, banyak orang yang membeli dan membaca tiap novel aku, baik online maupun yang konvensional;

6. Kadang suka iri dengan teman-teman yang sudah menikah dan berkeluarga. Semoga aku bisa menyusul mereka;

7. Bisa bepergian ke mana-mana dengan cara menyetir mobil sendiri;

8. Bisa membeli barang-barang dari hasil kerja keras sendiri;

9. Bisa sukses berkarir sebagai seorang gamer dan fotografer;

10. Punya pengalaman PDKT dan pacaran dengan usaha sendiri;

11. Bisa segera monetisasi blog, Youtube, dan akun-akun media sosial aku; 

12. Segala impian aku yang belum terkabul perlahan-lahan terwujud. 

 

 

Hanya itu, Sobat. Sedikit lebih banyak dari sebelumnya. Doakan agar segera terkabul, yah. Untuk kamu, damai untuk kamu di bumi dan di surga. Tenanglah, Sobat. Biarlah segala impianmu diwujudkan oleh orang lain. 














Comments