Untold Story dalam #misiterakhirrafael







Ini kuambil dari Instagram aku sendiri ( @nuellubis ). Itu saat 2016 kemarin. Awal di mana si Coklat sungguh terlahir ke dunia ini (walau hanya di bumi Indonesia, entahlah kalau di negara-negara lain 😂). Eh iya, menurut kalian, gimana? Yah, aku memajang beberapa halaman dari "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh", itu karena aku hanya memosisikan diriku sebagai pembaca, bukan sebagai author (penulis buku, red). Makanya, caraku mempromosikan #misiterakhirrafael seperti itu. Haha.

Oh iya, Guys, mendadak saja aku ingin buka-bukaan lagi. Sehabis sedikit bernostalgia dengan melihat old posts Instagram aku, aku terpikirkan untuk membuka untold story di balik beberapa halaman #misiterakhirrafael yang ada di Instagram aku. Yuk, simak!









Ini terinspirasi dari..... kebiasaanku suka menonton drama televisi, entah dari negara mana. Lalu, aku modifikasikan sendiri. Mendadak aku terpikirkan suatu ide, mungkin seru kalau dibuat seperti ini. Aku merasa jarang-jarang juga ada adegan seperti itu. Haha. Sementara, nama 'Barcode Kemang' itu aku ketahui dari teman-teman kuliah dulu. Barcode Kemang itu salah satu nama club yang sering disebut oleh teman-teman kuliah dulu. Oh iya, menurut kalian, aku suka clubbing, tidak?








Kalau baca real post-nya di Instagram @nuellubis , aku sama sekali tidak berbohong. Bukannya tak mau memberitahukan identitas si perempuan, aku betulan lupa siapa orangnya. Bagian di halaman itu terinspirasi dari pengalaman aku sendiri.








Bagian ini yah? Ini dari kebiasaanku suka stalking akun media sosial beberapa teman aku. Lupa dari teman yang mana, namun memang ada teman yang suka bawel begitu terkait kehidupan pacarannya. Aku tergelitik saja untuk memasukannya sebagai bagian dari "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh".








Ini terinspirasi dari sebuah majalah remaja perempuan. Dari situlah, aku terpikirkan, seru juga nanti kalau ada adegan seperti itu di dalam novel #misiterakhirrafael tersebut. Apalagi, roller blade atau sepatu roda itu tak bisa dipisahkan dari masa kanak-kanak aku. Itu bagian dari hidup aku juga. Seberapa jago aku bermain roller blade? Untuk three-sixty, kalau kupraktekan, aku bisa encok-encok.








Ini terinspirasi dari beberapa teman kuliah aku, yang salah satunya Almarhum Dias. Percayalah padaku, tokoh seperti Adam Nomvethe itu masih eksis di dunia ini. Cowok sesetia Nomvethe itu masih banyak berkeliaran di sekitar kita.








Ini terinspirasi dari pengalaman aku sendiri. Dulu, aku sempat mengalami kejadian seperti itu. Tidak dalam konteks romance, kok. Jadi, cerita aslinya itu: aku tengah bepergian bareng Papi, lalu mobilnya mogok. Sempat kami panik. Selanjutnya, Papi menelepon Mami untuk datang dengan mobil satunya lagi, dan,..... ta-ra, terciptalah adegan seperti di atas. Mobil Papi diderek oleh mobil Mami.





Yah, itulah beberapa untold story di balik tiap halaman "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" alias #misiterakhirrafael tersebut. Walau mungkin beberapa dari kalian melihat aku ini (mungkin) kuper (bisa kurang pergaulan, bisa pula kurang perhatian), nyatanya aku menyimpan segudang pengalaman yang tidak langsung aku ceritakan, apalagi untuk aku ceritakan di IMMANUEL'S NOTES. Tiap novelku juga masih berlandaskan dari setiap pengalaman aku, entah langsung maupun tidak langsung. 

Terakhir, dari semua novel aku yang sudah terbit, #misiterakhirrafael itulah yang paling banyak bermuatan pengalaman pribadi aku, yang seringnya pengalaman langsung. Saat aku menuliskan naskahnya saja, aku ibarat tengah menulis buku harian saja. Haha.





PS:
Maaf, gambarnya blur. Kuambil dengan kamera ponsel dan itu latarnya di kamarku sendiri. Sebelum berangkat pergi, aku sempatkan memotretkan beberapa halaman dari #misiterakhirrafael untuk di-upload ke Instagram aku.







Comments