Aneh tapi Nyata (My Untold Story)

















Itu diambil dari salah satu serial "Goosebumps". Judulnya: "Kamar Hantu" (versi asli: "Don't Go to Sleep"). Bagian yang kupotret itu berasal dari halaman keenam dari novel yang bersangkutan. Well, singkat saja, penggambaran fisik Matt Amsterdam agak mirip dengan aku saat kanak-kanak dulu. Penampilan fisik aku saat kecil dulu itu: kurus kerempeng, agak oval, kepala bagian atas lebih besar daripada kepala bagian bawah (mirip alien ET, lah), agak seperti anak bayi, kulit putih banget (sampai sempat dipanggil 'kokoh'), meskipun kurus--pipi sudah agak tembam, sempat berwarna rambutnya, tubuh pendek, dan...... yah, bisa dilihat sendiri dari foto berikut ini.

 Foto di bawah tersebut saat aku kelas 4-5 SD.







Berpose ala fotomodel. Haha. Jadi ingat dulu pernah ada teman SMA yang menyarankan aku untuk menjadi model saja. Haha.










Selanjutnya, sama seperti Matt Amsterdam, aku juga kutu buku, walau lebih sering baca komik. Nuel Lubis orangnya berantakan pula. Semasa kecil dulu, aku hobi bermain seperti Andy di Toy Story. Setiap sedang bermain, pasti berantakan. Kadang aku suka lupa membereskan mainan-mainanku (jangan ditiru, yah!). Terus, aku suka menyimpan barang, yang untuk ukuran beberapa orang, buat apa aku simpan. Gara-gara kebiasaan itu, meja belajar atau kamar aku sempat seperti kapal pecah. Setiap bebenah, aku bingung sendiri antara mau dibuang atau tidak. Haha. 

.....

Selanjutnya? Aku beberapa kali mengalami hal yang diceritakan di dalam "Kamar Hantu" sejak kecil. Itu salah satu untold story/behind story aku. Omong-omong, walau belum bercerita panjang lebar maksudnya apa, mendadak aku teringat akan obrolanku dengan salah seorang teman bloger. Kurasa, itu kali pertama aku bercerita mengenai topik-topik tertentu ke seseorang yang kukenal hanya di dunia maya (aku dan sahabat bloger itu belum pernah kopi darat). Inti dari pembicaraan tersebut: aku tahu, untuk jangan dipertanyakan. 'Hal-hal' itu memang aneh dan sulit dipercaya, namun ada. Apalagi itu sebetulnya juga bagian dari kehidupan kita juga. Accept it, and our life must go on. 

Anyway, thank to him, a fabulous artist. Yeah, you are right in that time (May 2015). Just accept it, and our life must go on.





Comments