Masih dalam Batas Kewajaran








 "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" dan topi NAVY.









Jadi, begini, sekitar Mei 2017, aku dan Dias melakukan inspeksi #misiterakhirrafael ke beberapa toko buku yang ada di ibukota. Nah, di suatu toko buku, kami berdua mendapati isu tak sedap. Masakan "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" dikatakan banyak kata tak senonoh di dalamnya? Wah, aku selaku novelisnya tersinggung banget. Jujur saja, aku selalu memperhatikan diksi tiap menulis novel. Apalagi, aku punya kebiasaan mencari calon pembaca untuk me-review si Coklat. Alhasil, aku mau bilang, itu tidak benar. Novelku itu bukan "Fifty Shades of Grey" yang katanya banyak adegan hubungan intim yang tak sewajarnya. Adegan-adegan romance dalam novelku tersebut juga masih dalam batas kewajaran. Sekadar ciuman, pelukan, hingga rangkulan, itu masih normal, kan? Tidak sampai membangkitkan nafsu birahi para pembacanya. Tell me, apa ada yang sampai 'naik' saat membacanya? Haha. 

Lalu, memang ada kata-kata makian di dalamnya, namun hanya sedikit, yang menurutku, masih dalam batas kewajaran. Lagian beberapa novel Indonesia juga ada kata-kata makian, kan. 

Yah, begitu saja. Mendadak tengah malam aku teringat kejadian saat itu. Baru terpikirkan saja untuk melakukan semacam klarifikasi. Harusnya, sih, saat 2017 itu. Namun, saat itu, aku merasa... ya sudahlah. Tapi, lambat laun, dari hari ke hari, hingga detik ini, aku merasa..... ya, mungkin sudah saatnya ada pembelaan dari aku pribadi. Apalagi, novel hanya benda mati, yang tak bisa bicara juga. Haha. 

Tambahan, tak kusebutkan nama dan foto toko bukunya bukan berarti aku berbohong. Aku merasa tak etis saja untuk menyebutkan namanya.











Comments