Keluarga Lubis in 3D








Baca dulu yang ini: Keluarga Inti Nuel Lubis.









Sejak tanggal 27 April kemarin, aku hobi memainkan aplikasi MojiPop. Lucu juga, wajah kita dibuat jadi tokoh animasi begitu. Lalu, tebersit saja aku untuk menggunakannya ke beberapa novel aku, khususnya "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Yah, mungkin saja ada beberapa pembaca yang penasaran seperti apakah kira-kira wajah tiap tokohnya jika dibuatkan karikatur. Aku sebagai penulis bukunya hanya sekadar membantu para pembaca dalam memvisualisasikannya. Haha. Kurang baik apa aku ini? 

Anyway, sembari membuatkan untuk keluargaku sendiri, aku mendadak teringat akan masa lalu aku. Dulu, sekitar tahun 2011-2012, aku dan IMMANUEL'S NOTES pernah beberapa kali dibuatkan gambar atau yang sejenisnya. Orang pertama yang membuatkan aku ilustrasi itu bloger asal Lombok yang bernama Huda Tula. Lalu, menyusul Shudai Ajlani, Melisa Yulia Kristin, Adittya Regas, serta Felix Salvata. Ah, enaknya dibuatkan sesuatu tersebut. Kangen dengan masa-masa indah tersebut!

Hmmm.....

Oh iya, saat membuatkan gambar untuk keluargaku, aku agak kesulitan dalam memilihkan style yang cocok. Baru kusadari bahwa aku dan keluargaku ternyata tidak benar-benar saling mengenal satu sama lain. Aku seperti rada kesulitan dalam memilih keyword yang sangat layak ke tiap anggota keluargaku. Contoh: "Kayak gini cocok, nggak, sih, sama Kitty?"

Contoh lainnya: 
Saat membuatkan sesuatu untuk Kak Irna yang lulusan Psikologi dan bekerja di Binus International School, aku bingung sekali, yang seperti ini cocokkah dengan dia? Dia itu kan orangnya terkesan serius banget dan agak arogan. Dari pemikiran seperti itulah, aku mulai mencari style yang cocok. Agak lama juga. Sampai akhirnya, aku menggunakan keyword 'book', eh aku menemukan yang sesuai untuk dia. Haha.

Hal yang sama berlaku juga untuk Papi, Mami, dan Kak Seli. Semuanya sama. Aku amat kesulitan di bagian mencari style yang cocok. Ketahuan, deh, selama ini aku begitu cuek dengan keluarga sendiri. Aku kurang begitu mengenal mereka, termasuk Mendiang Mami sendiri. Huhuhu. 

Oh iya, dari situlah juga, aku sangat memahami bahwa pekerjaan desainer kaver, ilustrator, atau mereka yang diminta untuk membuatkan gambar orang lain itu sangat berat. Karena mereka harus cukup mengetahui yang bersangkutan. Itu agar lebih alami dan cukup menggambarkan kepribadian yang bersangkutan. 

Hmmm..... anyway, thank a lot to MojiPop!

Oh iya, aku sama sekali tak bermaksud negatif. Hanya tengah mencoba jujur saja bahwa..... yah, itulah kesulitanku dalam memainkan MojiPop, khususnya pada saat membuatkan gambar 3D untuk tiap tokoh fiksi yang aku ciptakan. Walau, yang lebih sulit lagi, itu saat membuatkan gambar 3D untuk keluargaku sendiri. Lalu, di tengah kata-kata tak enak tersebut, aku baru menyadari betapa sulitnya hidup mereka yang bekerja di dunia perilustrasian. Wakakaka.....








Comments