Nge-hedon di Warnet








Nuel Lubis tengah memberikan pakaian kotornya untuk di-laundry di Zip Coin.









Di belakang aku itu sebuah tempat laundry (kiloan). Pelayanannya lumayan untukku secara pribadi. Harga bersahabat. Jasa cuci-setrikanya juga lumayan cepat. Pokoknya Laundry Zip Coin ini sangat TOP! 

Oh iya, sebelumnya Zip Coin ini dulunya sebuah warnet. Internet cafe, bahasa Inggrisnya. Tak heran, di pagarnya itu terdapat banner sejumlah game online. Saat masih kuliah dulu (yang sekitar tahun 2010-2011), aku sering main ke warnetnya (yang tidak tahu namanya apa; aku suka menyebutnya Warnet Bona 😅). Tapi, saat itu aku lebih sering browsing ketimbang main, sih. Yang tiap kali browsing, aku suka risih begitu. Sebab, ada beberapa bocah suka kepoin aku. Tiap aku tegur, si bocah pasti balik mengintip lagi. Kan, aku rada kesal. Pasalnya, aku serasa tidak bebas untuk browsing-nya. Huh!

Anehnya lagi, tiap aku main game online (yang lebih sering main Point Blank dengan ID @nuellubis), bocah-bocahnya tidak mengintip ke arah layar monitor aku. Mereka seringnya kepo hanya pada saat aku buka browser saja. Apa mungkin karena kebanyakan pengunjung di warnet itu lebih sering nge-game? Tak heran, begitu aku masuk ke dalam warnet dan buka browser, banyak bocah mengerubungi aku. Kesal sih, tapi kocak juga! Lol! 

Haha. Kocak banget pengalamanku tiap masuk ke dalam warnet yang berada di Perumahan Bona Sarana Indah tersebut. Yang tiap masuk ke dalam warnet, aku bisa menghabiskan uang setidaknya Rp 12.000 (1 jamnya itu Rp 3000). Untuk situasi sekarang, apalagi sejak "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" itu eksis di toko buku-toko buku, rasa-rasanya itu menjadi suatu pemborosan. Masuk ke warnet, entah itu untuk browsing atau nge-game, lalu keluar uang hingga Rp 12.000, apalagi berlangsung selama seminggu, tak bagus juga ternyata. Belum lagi aku sampai harus beli voucher game-nya pula. Well, dulu aku sempat suka membeli voucher-voucher game juga. Yang tiap kali diisi, bisa bertambah exp atau gold aku. Pikiranku saat itu, lumayanlah--biar char aku cepat naik pangkat. Sangat hedonis sekali aku saat itu. 

😅







Comments