[PART TWO] Mereka di Balik "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh"







~ Kelanjutan dari sini ~







Diambil dengan menggunakan kamera pada handphone Sony Ericsson K660i. Ini foto saat aku, Ucha, Alvin, dan Daniel (yang di foto itu, yang pakai baju hitam) mengunjungi Ancol selepas kelas Hukum Pidana-nya Bapak Eddy Nugroho Oktober 2008 silam. Nah, di post "Buka Dapur", yang nge-quote kayak begini: "Lumayan menarik, Wel. Saran gue sih, coba cari nama tokoh dan judul yang lebih catchy.", Daniel itulah orangnya. Penggunaan nama-nama tokoh di dalam "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh", itu karena saran dari Daniel tersebut.






Well, selain diambil dari kamera handphone Samsung Galaxy Prime kepunyaan Mendiang Mami, kebetulan lusa nanti (24/7) merupakan hari peringatan tiga tahun meninggalnya Mami. Dan, Mami pun ikut ambil bagian dalam "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Di bagian mana? Ingat bagian ini: "Dasar! Kupotong lagi nanti gajinya!"? Nah, kata-kata dari ibunya Gabriel Kustandi Hutagalung itu terinspirasi dari obrolan Papi dan Mendiang Mami setiap pulang gereja sewaktu aku masih SMP dulu.




Mi, aku kangen sama Mami! Mami itu salah satu dari sekian orang yang selalu jadi inspirator aku dalam segala tulisanku! Aku bangga sekali memiliki ibu seperti Mami Juriana!







Thank a lot for blogsphere, khususnya buat Adittya Regas. Jujur, "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" ini benar-benar lahir karena peranan para teman bloger. Beberapa latar tempat yang ada di dalam "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" tersebut, percaya atau tidak, lahir karena kebiasaan aku membaca post beberapa bloger (salah satunya, Hotel Sun Beach Inn, yang aku tahu karena @tomkuu ). Para bloger, kalian luar biasa!!!!! Post ini, "Stop press AMOREUREKA", memang tidak berbohong sama sekali!

Oh iya, foto ini diambil dengan menggunakan kamera bawaan dari Nokia Lumia. 







Comments