[PART ONE] Mereka di Balik "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh"








Foto di atas, aku ambil dengan menggunakan kamera yang ada di handphone jadoel aku, Sony Ericsson K660i. Bisa seperti itu penampakannya, ya karena aplikasi bawaan dari Sony-nya. Handphone itu juga bukan smartphone, yang bisa kita download beberapa aplikasi yang sesuai keinginan kita. Dan, tiap handphone memiliki aplikasi yang berbeda-berbeda di dalamnya. Anyway, iseng saja aku memotret secara candid kedua teman kuliahku yang cukup dekat denganku. Mawan dan Ayu, nama mereka berdua. Nah, di  "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh", ada tokoh bernama Ayu, kan? Itu loh, sepupu Mikha yang muncul saat Gabriel menyatakan cinta ke Mikha. Tokoh Ayu itu terinspirasi dari Ayu, teman kuliahku itu. Sebetulnya, sssttt, buka rahasia juga, Ayu inilah teman yang kumaksud di post Spongebob ini. Oh iya, Ayu, thank a lot sudah sering memberikan banyak masukan untuk setiap tulisan dan bukuku ya!









Kalau foto di atas (yang diambil dengan menggunakan kamera bawaan dari Sony Ericsson K660i), aku bersama Dion. rekanku dalam hal mengejar tanggal lulus yang sama. Kita, saat itu, tahun 2011, memang begitu ngotot untuk lulus. Dion karena desakan dari keluarga dan faktor teman-teman kuliah. Nah, aku juga, karena sudah jenuh belajar Hukum, selain aku pengin fokus menulis "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Nah, Dion ini seringkali memberikan banyak masukan yang sangat berharga ke dalam penulisan "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" yang dulu masih berjudul "Déjà vu" (Pernah aku share sewaktu Desember 2013 kemarin di Immanuel's Notes; buktinya gambar di bawah ini).





















 Foto ini saat aku mengikuti acara "Wira Usaha Mandiri" pada saat Januari 2010 (yang diambil dengan menggunakan kamera bawaan dari handphone Nokia milik Randy; thank yah, sudah mem-bluetooth foto ini ke handphone aku). Ini kali pertama aku pulang di atas jam 9 malam (karena mengikuti event kampus) dan kali pertama juga aku mengenakan jaket oranye tersebut. Gila! Sejak ospek di Agustus 2007, kembali mengenakan jaket almamaternya malah terjadi 2-3 tahun kemudian. Haha. Anyway, yang tengah memegang piring, yang agak seperti Park Ji-Sung, itu yang namanya Yudi. Lalu, pria ganteng itu bernama Randy a. k. a. Bang Jali. Bang Jali ini yang sering berseloroh, "Lu ngupil mulu, Man, tiap ketemu sama gue," Aku yang mana? Tebak sendiri yang mana, hehe. 

Peran Yudi dan Randy ini juga ada di dalam "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh", walau hanya secuil. Terutama Yudi yang wajahnya agak-agak mirip dengan orang Jepang, yang memunculkan ide untuk menciptakan tokoh bernama Hidetoshi Aosato. Tokoh Hide, Nomvethe, Billy, dan Edu Garcia,.. kurang lebih mereka itu sedikit terinspirasi dari Yudi, Randy, dan beberapa teman-temanku yang sangat multikultural.








Foto aku tengah berada di Kapel Atmajaya yang berada di lantai 13 Gedung Karol Wojtyla. Aku ambil dengan menggunakan kamera pada handphone Nokia Lumia (smartphone pertama aku yang dibelikan saat Januari 2014 kemarin). Foto ini lucu juga yah, kalau diingat-ingat kenangan di dalamnya. Lucu kenapa? Cuz, aku pertama masuk ke dalam kapel itu sehabis lulus sidang. Itu juga diajak teman. Tiap balik ke kampus, aku selalu menyempatkan diri mampir ke sana untuk berdoa. Well, tempat ini juga memainkan banyak peranan penting dalam "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Coba tebak, di bagian yang mana? Hehe. 

(Anyway, aku sekarang pakai Samsung Nokia Lumia aku raib saat kejadian di bulan Maret 2016 kemarin. Sekadar memberitahukan saja, jika setelah tanggal 1 Maret 2016, ada yang aneh dan mencurigakan dari akun Facebook bernama Immanuel Lubis, itu mungkin bukan aku yang mengeposkan. Jujur saja, yang ambil handphone aku itu pun sudah berani meng-hack kedua email Yahoo aku. Tiba-tiba saja, password kedua e-mail-nya berubah total, -_-)







Comments