Sunday, January 15, 2017

ANGEL



Thank to Mbak Gloria Putri buat 'kesaksian iman'-nya bertahun-tahun lalu di "GUARDIAN ANGEL". Tuhan memberkati Mbak Gloria dan seluruh keluarganya. 





Pada dasarnya, malaikat ialah salah satu ciptaan Sang Penciptaan juga. Berbeda dari kebanyakan makhluk lainnya, mereka tak memiliki tubuh fisik. Karena tak memiliki tubuh fisik, tak jarang mereka bisa berubah-ubah sekena mereka. Itulah sebabnya, bayangan makhluk yang satu ini selalu berbeda-beda untuk tiap manusia. Ada yang menggambarkannya sebagai sosok mengerikan, ada juga yang menggambarkan sebagai sosok yang lucu. Bahkan sosok malaikat agung Gabriel, dia yang mengabarkan perihal kelahiran Yesus/Isa, jika mendatangi kalian dengan berbaju zirah serta membawa pedang suci (excalibur) yang sangat besar dan berkilat-kilat, tentunya tak akan ada satu pun manusia yang tidak takut.

Sosok malaikat itu kurang lebih seperti para Imagin di Kamen Rider Den-O. Ada yang mengerikan, ada pula yang tidak. Ada yang baik, ada juga yang jahat. 
Seringkali juga, hingga saat ini ilmuwan masih menyelidiki soal malaikat, tidak ada yang pernah tahu sosok sesungguhnya makhluk ciptaan Sang Pencipta bernama malaikat itu. Malaikat itu juga tak selamanya baik. Bagaimana misalnya jika yang mendatangi kalian itu bagian dari 'fallen angel' semacam Lucifer atau Azazel? Masih untung juga yang datang ke kalian itu malakat cinta kasih seperti Gabriel, atau Rafael yang selalu mengedepankan kejujuran dan keterbukaan betapapun susahnya untuk menyampaikannya. Tak heran, suara malaikat itu lebih terdengar sebagai suara halusinatif dan delusional. Kebanyakan manusia, karena bisa juga keliru dan jahat, sering juga mengabaikannya. Sudah banyak buktinya beberapa manusia jatuh ke dalam perangkap para malaikat yang jatuh. Begitu malaikat yang baik datang, orang itu malah tak mendengarkannya sama sekali.

Dituntun oleh seorang guardian angel.
Bersyukurlah untuk tiap orang yang bisa membedakan mana malaikat baik, mana malaikat jahat, saat sosok itu mendatanginya. Bahkan yang baik pun, karena ketegasannya, bisa jadi dianggap jahat. Yang jahat, karena terlalu menyodorkan segala kenikmatan duniawi, bisa jadi dianggap baik. Ambigu, bukan? Sungguh terlalu absurd jika membicarakan sosok bernama malaikat tersebut. 



"Dalam ajaran Buddhisme, ada yang namanya Bodhidharma yang berparas berewokan. Seperti ingin mengajarkan pada kita semua bahwa yang berewokan itu belum tentu jahat; yang berpenampilan parlente, belum tentu juga baik. Don't judge a book by its cover."