Monday, December 14, 2015

Soal Berkomentar dan Menanggapi Komentar di Blog


Sang robot yang kebingungan harus berbuat apa dalam menghadapi kerasnya dunia manusia (Dokumentasi pribadi). 






Aku orangnya pelupa. Masih muda (tak mau menyebut angka pastinya), tapi sudah gampang pikun. Saking lupanya, aku tak begitu ingat dulu ada yang pernah berkomentar seperti ini di IMMANUEL'S NOTES: "...Nuel, komen-komen kita dibales-balesin dong..." Mau menunjuk nama, aku belum yakin. Tak enak, kan, sampai salah orang. Yang jelas tahun 2013 silam ada yang berkomentar seperti itu. Entah siapa, entah di postingan yang mana. Malas juga mengubek-ubek postingan lama. Kurang kerjaan sekali soalnya.

Nah, baru-baru ini aku dapat komentar sejenis. Dari Mbak Vicky Laurentina. Mbak Vicky berkomentar seperti ini: "Lha kamu sekalinya main ke blogku, malah komenin foto anakku, nggak fokus sama isi postingnya sama sekali. Gimana mau menghasilkan interaksi yang bernas?"  Tidak begitu mirip sih. Mungkin si empunya blog saja yang hobi menghubung-hubungkan. Eh tapi sebetulnya komentar Mbak Vicky itu mengingatkanku pada komentar seseorang yang aku lupa dari siapa dan di postingan yang mana, namun ingat bunyi komentarnya--yah seperti itu.

"...Nuel, komen-komen kita dibales-balesin dong..."

Jadi, dua tahun silam, di pertengahan tahunnya, aku sempat malas untuk membalas tiap komentar-komentar yang masuk. Bukan malas juga, namun takut menyakiti hati yang baca; yang dari sakit hati bisa berujung kecewa, sedih, kesal, maupun marah. Apalagi, jujur, aku suka bingung dalam membalas komentar-komentar yang masuk. Seringkali aku membenarkan komentar-komentar tersebut. Alhasil, daripada melakukan pengulangan, pun menjaga perasaan pengunjung yang sudah membubuhkan komentar, terlintas ide untuk hanya membalas komentar-komentar yang penting-penting saja. Maksudnya penting itu, yah kalau ada yang bertanya, pasti bakal kujawab. Terus, kalau ada komentar-komentar yang mengganggu dan butuh klarifikasi secepatnya, pasti akan kubalas. Begitulah alasannya kenapa waktu 2013 silam itu, aku jarang sekali membalas komentar-komentar yang masuk, Walau akhirnya gara-gara komentar seseorang yang aku lupa siapa itu, aku sadar kalau cara begitu itu bikin aku jadi terlihat sombong. Makanya aku balik membalas komentar-komentar yang masuk, walau tak langsung segera balas juga yah. 

Sementara, terkait komentar Mbak Vicky itu, nah aku mendadak teringat kejadian lainnya. Belum lama juga. Selama ini aku sering dapat komplain bahwa banyak pembaca yang takut berkomentar di IMMANUEL'S NOTES karena takut menyinggung perasaan aku sendiri. Padahal selama masih dalam batas kesopanan dan tahu etika (walau mengkritik sekalipun), aku tak akan marah. Jarang sekali aku marah pada komentar-komentar yang masuk di IMMANUEL'S NOTES. Dan, suatu hari, aku main-main ke sebuah blog kawan (yang kita samarkan identitasnya jadi Zina). Aku ceplas-ceplos saja, yang aku juga lupa komentarku seperti apa. Beberapa hari kemudian, aku mampir dan si Zina belum bikin postingan yang baru. Kulihat, komentarku belum dimoderasi. Aku coba berpikir positif hingga...

...jengjengjeng!

Mungkin selang sebulan-dua bulan, si Zina mampir ke blogku dan curhat. Ia bilang aku ini orangnya kelewat positif sehingga seenaknya saja berkomentar seperti itu, sehingga mengharuskan dia harus menghapus komentarku. Aku kecewa, nyengir pula. Ya sudah, sejak saat itu, tiap blogwalking, harus membubuhkan komentar, aku jadi cenderung bingung harus berkomentar seperti apa. Bukan apa-apa, hanya takut yang punya blog itu tersinggung. Sejak saat itu pula, aku jadi tahu perasaan sebagian pembaca yang katanya takut berkomentar di IMMANUEL'S NOTES. Mulai detik itu, aku berhati-hati sekali untuk membubuhkan komentar di tiap blog yang aku kunjungi. 

"Sepertinya kita memang perlu disakiti dulu untuk berhenti menyakiti orang lain." - Nuel 

Omong-omong, buat Mbak Vicky, maaf saja aku hanya bisa berkomentar seperti itu. Sebetulnya aku baca tuntas, kok. Cuma bingung mau berkomentar seperti apa. Takut tersinggung. Begitu sih.

Cukup sekian klarifikasi dari aku, si empunya IMMANUEL'S NOTES. Maaf kalau lain kali aku bikin kalian tersinggung atau apa-lah sama 'hadiah' kunjunganku saat blogwalking. Maaf juga atas balasan komentarnya yang kurang mengenakan.