Wednesday, July 31, 2013

Gakkou No Kaidan yang Layak Tonton


Sepertinya para sineas kita yang sering bikin horor jadi-jadian perlu banyak belajar dari orang Jepang. Khususnya belajar banyak ke para pembuat film horor yang satu ini: Haunted School 4. Eksplorasi hantu atau setan tak berlebihan. Pas di saat-saat tertentu. Terus, belum lagi efek suaranya yang juga pas dan bikin merinding. Alurnya juga alami. Akting para pemain? Tak usah diragukan, khususnya si pemeran kakek-kakek yang rupanya hantu. Benar-benar salut dengan hasil sang sutradara, Hideyuki Hirayama - yang juga bikin Haunted School 1 dan 2. Dan film ini, amat sangat direkomendasikan sebagai film horor layak tonton, khususnya bagi para penakut. Skornya: 9.



Film ini berlatar di Okinawa. Diceritakan, di sebuah desa, ada sebuah kisah mengerikan. Dulu sekali, desa itu pernah terkena tsunami. Karena tsunami itu, banyak korban jiwa. Bahkan tsunami itu menyebabkan sebuah sekolah rusak parah, hingga ditinggalkan, lalu bangun gedung sekolah yang baru.

Terkait sekolah itu, sebelum tsunami datang, beberapa anak asyik bermain petak umpet (Bahasa Jepang: kakurenbo). Namun sayangnya, permainan petak umpet mereka tak bisa diselesaikan. Tsunami keburu datang dan mereka jadi korbannya. Lima anak yang bermain tewas seketika. Nah salah satu dari arwah mereka itu tak sadar dirinya sudah meninggal. Entah bagaimana caranya, dia bisa terus hidup dan jadi seorang dewasa hingga kakek-kakek. Bahkan bisa bikin usaha toko kelontong.

Hingga, kelak dia baru sadar dirinya sudah meninggal. Adalah seorang anak perempuan yang menyadarkannya. Anak perempuan ini tadinya mencari abangnya yang hilang saat mengunjungi sekolah. Sebelum hilang, abangnya bersama dirinya bertemu sekelompok anak kecil dengan warna kulit remang-remang yang mengajak bermain petak umpet. Selain itu, sekelompok itu juga minta tolong mereka berdua untuk mencari teman mereka.

Si anak perempuan awalnya menolak. Tapi setelah abangnya tak diketemukan, dia mulai berpikir kalau ada sesuatu yang tak beres dengan sekolahnya, si kakek, dan sekelompok anak asing yang misterius tersebut. Yah akhirnya, dia tahu soal tsunami itu dan mau juga ikut serta dalam permainan petak umpet. Di gedung sekolah yang lama, dengan kecerdikannya, ia bisa menemukan tempat persembunyian tiap anak yang sudah jadi hantu. Dari situ juga, dirinya tahu bahwa si kakek itu merupakan teman dari sekelompok anak kecil yang berwarna kulit remang-remang. Dan si kakek mendapatkan tugas sebagai pencarinya. Berkat anak perempuan itulah, permainan petak umpet dapat terselesaikan. Untung anaknya pintar, sekaligus jeli.