Tuesday, October 30, 2012

(Maybe) Too honest is not so good



"Too honest is not so good," - @NuelLubis



Kejadiannya itu bermula pada tanggal 30 September. Paginya, aku hanya berdiam diri di depan si Quantel. Sibuk mempermainkan tiap tutsnya, hanya untuk menelurkan satu buah cerpen. Tak sia-sia perjuangan itu menyelesaikannya itu, dari siang hari sebelumnya, hingga pagi keesokan harinya. Karena akhirnya, cerpen itu selesai juga. Langsung saja aku kirimkan ke sebuah media.
 
Nah pas aku akan mengirimkannya, ponselku berbunyi. Segera kuangkat. Rupanya dari sebuah majalah yang khusus menampung cerpen. Salah satu redaksinya menanyakan padaku, apakah cerpenku (Judulnya: Pikiran Visioner si Bungsu) yang setahun lalu kukirimkan itu pernah dimuat. Dan begonya, kujawab, "Dulu sih pernah dikirim juga ke media lain, tapi ditolak. Makanya saya revisi, dan kirim lagi ke *****."

Akhirnya, kejujuranku pun itu menuai hasilnya. Mbak-mbaknya itu menjawab bahwa cerpenku nggak bisa dimuat, dengan alasan sudah tak orisinal lagi. Anjrit. Padahal itu memang bikinanku, dan yah memang pernah ditolak, sih. Lagipula, waktu itu ditolaknya itu karena bahasanya yang terlalu baku - bukan karena alur atau tema. Itu artinya belum pernah dimuat dimanapun. Berarti kan sudah tak ada peluang lagi dong bakal dimuat dobel? Kalau sudah ditolak, pasti tak ada kemungkinan dimuat di media sebelumnya.

Jujur, aku agak jengkel dan kecewa. Itu tuh, kayak dibawa ke langit, terus ketika sudah di atas, kita dicampakan ke bawah. Kalau pengin nyalahin juga, mungkin aku lebih menyalahkan diriku sendiri yang terlalu jujur. Andai saja, tadi kujawab saja kalau cerpen tersebut belum diterbitkan, mungkin bakal lain kejadiannya.Mungkin cerpenku bakal dimuat dan honornya bakal turun. :D

Tapi... ya sudahlah. Jadikan itu pelajaran. Pelajaran untuk jangan terlalu jujur. Kadang terlalu jujur juga bisa jadi pahit. Bukankah segala yang ter- itu tak baik? Lain kali juga, aku tak akan mengatakan yang sejujurnya, bila berhadapan dengan situasi yang sama lagi.



"White lie is... The way we're telling a lie for just keeping a secret whom they don't need it on that time. We cancel to tell, till they're ready to hear that." - @NuelLubis



PS: Tetap simak Writer's Pathway di Immanuel's Notes, yah!!!