Sunday, October 21, 2012

(Maybe) Always be calm, even just got hurt


Diligent to knocked the door, thus door will be opened; opened for everyone who be calm always.- @NuelLubis

Aku bukanlah seorang  penulis berbakat, walau banyak sekali orang yang bilang tulisanku itu bagus-bagus. Aku bukan seperti Bang Dika - orang yang memperkenalkan padaku dunia blog secara tak langsung, yang tulisannya mumpuni bikin orang tertawa. Juga bukan seperti penulis yang tulisannya beberapa kali menghiasi beberapa media. Aku hanya orang biasa yang sadar akan passion menulisnya waktu kuliah semester dua. Itupun karena disadarkan teman kuliah di FH, yang baca blogku di friendster (* Once more, thank to Bobby).Selain itu, aku juga tidak berkuliah di jurusan Sastra atau Jurnalistik - dan juga tak terdaftar di perkumpulan sastra dan jurnalistik.

Tulisan-tulisanku belum pernah ada yang dimuat di media. Ada sih satu-dua, tapi itu dimuat di media kampus bernama Nada Minor. Aku kirim puisi (* Bisa dibaca di sini dan di sini). Hanya itu saja. Eh, pernah juga sih aku coba-coba kirim ke media. Waktu itu kirim ke Kompas Anak. Tapi kandas. Beberapa bulan menunggu, eh, malah ditolak. Alasannya sih, topiknya sudah sering digunakan. Tapi aku nggak menyerah begitu saja. Sampai sekarang, aku tetap rajin menulis cerpen dan mengirimkannya ke media. Beberapa kali penolakan aku dapatkan, tapi tetap terus kirim. Dengan harapan, semoga saja benar-benar bisa tembus.

Oh yah, selain bikin cerpen, aku juga coba-coba bikin novel. Seseorang yang dulunya komik-holic, sekarang malah mau bikin novel. Aneh yah? Naskah novelku yang awal ini muncul waktu aku mau tidur. Pas mau memejamkan mata, aku terbayang ide tersebut. Terus, kupikir-pikir, ketimbang hanya jadi angin lalu, kenapa nggak dituliskan ulang saja di Microsoft Word. Dijadikan naskah saja. Lalu , tiga tahun lalu, aku coba tuangkan itu ke dalam film doc. . Waktu itu aku menulisnya hanya karena mengalirkan saja apa yang tercetus dalam pikiran. Nggak terkonsep. Nggak usah heran, waktu kusodorkan ke seseorang di penerbit besar, langsung dapat kritikan pedas. Kemudian setelah itu, aku tinggalkan. Soalnya aku stuck. Bingung saja mau dibawa kemana arah novelku.

Namun setelah lewat satu tahun lebih, aku mulai teruskan. Tapi aku rombak dulu. Sudut pandangnya aku ganti: dari 'dia' jadi 'aku'. Langsung mengalir kencang idenya buat menulis - apalagi setelah ending-nya terbayang di otakku (* Makasih banyak buat Astri Ayase atas nasehatnya!). Hingga tak terasa sudah - setelah tiga tahun - naskah itu selesai. Beberapa hari sebelum wisuda, naskah itu sudah kuselesaikan dan ter-print. Kemudian, tiga hari setelah wisuda, aku coba kirimkan ke sebuah penerbit yang ada di daerah Jakarta Selatan. Kirimnya nggak pakai pos, tapi langsung ke kantornya. Beberapa kali naik angkutan umum, aku baru sampai di sana. Lalu hampir lima bulan, aku duduk gemetar dan sarat emosi waktu menunggunya. Hingga akhirnya....


*jengjengjengjengjeng


 


Ditolak, saudara-saudara!!! DITOLAK. Katanya naskahku itu belum layak diterbitkan. Pedih sih waktu dapat suratnya itu. Apalagi di saat lagi dicibir sama orangtua sendiri; orangtuaku sempat meremehkan jalan hidup yang kupilih ini. Yah tapi apa boleh buat. Aku coba saja ambil sisi positifnya. I'm thankful that i got the news. I could feel how feeling of being rejected and i have something as proven of my success next time. Eh ini bukan karena aku seorang masokis, lho. Aku hanya mencoba berlapang dada saja. :D

Selanjutnya aku nggak larut dalam kesedihan. Naskahnya kupermak habis-habisan, berdasarkan panduan dari penerbit itu. Beberapa hari aku duduk manis di depan si Quantel. Beberapa hari pula, aku buka surelku. Kukirimkan saja ke beberapa penerbit. Yah karena aku sadar aku bukan siapa-siapa. Dan siapa tahu saja, dari sekian penerbit yang kusodorkan, ada yang mau menerimanya. Selanjutnya alu berharap saja pada Tuhan. Because I've never depended on human. I've been always depending on God.



Always depend on God ever and ever.

Know yourself. Find your passions. Follow your dreams. Do what you love. - Kimi






*****

# Bab baru di blog ini: Writer's pathway. Bagi yang ingin terus menyimak perjalananku jadi seorang penulis, bisa di-like fanspage blog ini (Immanuel's Notes). Selain bisa tetap mengikuti update-nya, kalian bisa juga membaca quote-quote menarik.