Sesuai judulnya, aku merasa hal-hal yang di bawah ini, aku merasa ... seperti sedang diingatkan. Semisal, aku diingatkan admin akun Instagram-nya RANS ENTERTAINMENT agar jangan takabur. Lalu, sekonyong-konyong aku teringat dengan ribut-ribut yang terjadi di selasa kemarin (2/6), yang... ehem, apakah itu Shania Gracia yang pegang akun Facebook itu.
Namun, yah, sudahlah. Malas juga, jika terus menerus berhadapan dalam situasi yang membuat aku terus berpikir ... ah, sudahlah. Fokus saja ke setiap visi, misi, impian, dan/atau resolusi aku. Abaikan setiap distraksi.
Tentang bagian yang satu itu, sepertinya aku harus sering menulis di Fizzo, di novel ME DÉJÀVU lagi. Selama kita rutin berdoa, dan diyakini, apa pun bisa terjadi. Untuk sementara, bye, bye, Shania Gracia, bye, bye, pergumulan batin yang aneh-aneh.
Menjadi lajang di usia 40 juga tidak buruk, kok. Yang penting, pelan-pelan bisa mencapai impian aku: slow living. Menjelang 40, memang aku harus pintar memilih mana yang lebih prioritas. Jeli melihat peluang. Sambil tetap mempertahankan aapa yang sudah menjadi bakat, panggilan, atau passion aku.










Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^