Lebih Baik Apatis daripada Kebaikan Disalahpahami

 











Dulu virus mematikan itu HIV atau kanker. Sekarang, Covid-19. Saking sangat mematikannya, tidak boleh sembarangan dalam membagikan informasi tentang Covid-19. Seolah-olah yang boleh berbagi informasi tentang Covid, hanya pihak medis saja.

Dulu, di Facebook. Sekarang, di Youtube. Padahal niat ingin berbagi informasi bermanfaat. Hadeuh

Yah, sudahlah. Kejadian subuh kali ini membuat aku teringat kata-kata salah seorang teman tentang berbuat baik. Bahwasanya berbuat baik itu tidak mudah. Menurut si teman, banyak orang memilih untuk apatis karena menghindari kesalahpahaman. Daripada menemui drama tidak penting, lebih baik acuh tidak acuh. 

Mendadak juga aku teringat dengan Bunda Theresa semasa hidupnya dulu. Konon, suster dari Albania itu sempat ditolak oleh rumah sakit saat dia membawa salah seorang gelandangan ke rumah sakit.

Karena itulah, kadang aku berpikir apa sesusah itukah berbuat baik kepada sesama kita sendiri?
















Comments

Place Your Ads Here