Satu Minggu Si Tukang Jajan Nuel Lubis

 












Ini terjadi sebelum bulan Ramadhan. Seperti sebelumnya, gambar di atas hanya ilustrasi. 

Oh iya, selamat hari raya Idul Fitri. Minal aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Aku turut memohon pengampunan jika ada konten-konten IMMANUEL'S NOTES yang menyinggung para pembaca. 

Langsung saja simak, yuk! 














Hari senin

Gorengan adalah jenis kuliner yang aneh di Indonesia. Dalam gorengan, ada beragam jenis. Itu bisa dalam bentuk tempe goreng, bakwan, singkong goreng, pisang goreng, molen, atau kalian bisa sebut sendiri sisanya. Pada pagi kali ini aku membeli beberapa bungkus nasi uduk. Tak lupa aku ikut memesan tempe goreng sebagai topping. Rasanya kurang saja, makan nasi uduk tanpa tempe goreng. Oh, jangan lupakan pula topping bihun goreng.

Hari selasa

Eh, ada tukang bubur ayam baru. Mari, kita panggil. Seberapa enak bubur ayam buatan tukang bubur ayam ini? Yah, begitulah aku saat melihat pedagang kaki lima yang kurasa baru kali pertama lihat. Untuk bubur ayam dari tukang bubur ayam ini, enak juga, sih. Harganya tidak jauh berbeda dari para saingannya. 

Hari rabu

Ingat sosis brattwurst, ingat Dias. Dulu Almarhum Dias suka sekali makan sosis yang sebesar ini. Memang enak, sih. Amat puas menikmatinya. Lebih puas jika menikmatinya dengan lumeran saus cabai. DEP SEDEP!

Sembari makan sosis brattwurst, aku scrolling akun social media, dan menemukan foto menarik. Wow, semangat yang luar biasa yang ditunjukan oleh seorang pengemudi ojek online. Sangat menginspirasi!

Hari kamis

Di Jawa, ketoprak itu nama sebuah seni panggung. Makanya dulu pernah ada tayangan televisi bernama Ketoprak Humor yang sangat berbau Jawa. Di Jakarta dan kota-kota satelitnya, ketoprak merupakan nama penganan yang aku rasa cocok dimakan oleh para vegetarian. Tak ada daging-dagingan di dalam seporsi ketoprak. Lontong, tahu, mihun, toge, dan bumbu kacang. Bagian mana yang dari protein hewani coba? Ah, sudahlah, mari makan. Tambahan saja, yang paling aku sukai dari ketoprak adalah saat kita tidak makan di tempat. Makan ketoprak dengan bungkus pembungkusnya yang berwarna coklat, itu sangat luar biasa.

Hari jumat

Panas-panas begini, paling enak minum Es Sari Tebu. Dinginnya sangat menyelamatkan, pun sama dengan manisnya yang berbeda dengan pemanis buatan. Tidak terlalu manis juga, sih. Harganya juga tak terlalu mencekik. Benar-benar penyelamat hidup aku!

Omong-omong, di Indonesia, ada beberapa daerah di mana kita bisa menemukan perkebunan tebu seperti Sumatera Utara, Gorontalo, Lampung, Sumatera Selatan, Pulau Jawa, dan Sulawesi Selatan. Yang terakhir, entah kenapa aku teringat dengan Pare-Pare. Sebab, dari situlah Bapak Habibie berasal. 

Hari sabtu

Ini disebutnya molen. Lalu, kue asal Bandung itu juga kadang disebut sebagai molen, walau beberapa orang menyebut itu sebagai Bolen Bandung. Lapisan tepung yang menyelimuti pisang di dalamnya itu yang merupakan daya tarik dari molen, aku rasa. Yang membedakan dari Bolen Pisang, amat mudah menemukan molen. Tinggal cari gerobak tukang gorengan, dan harganya masih murah. Seribu rupiah per satu molen. 

Hari minggu 

Ini, nih, yang tahun lalu, sempat menjadi primadona. Kue putu dan temannya, klepon. Ingat, putu itu yang panjang, klepon yang bulat. Jangan sampai tertukar. Kedua-duanya sama-sama berisi gula merah di dalamnya. Ah, mau meledak perutku. Tadi barusan makan kue pukis, sekarang makan kue putu dan klepon. Rakusnya aku!














Comments

Place Your Ads Here