Warnet - Wartel - #misiterakhirrafael - #BoysAngel

 










Tempat yang kudatangi untuk berbuka puasa ini cukup aneh. Saat aku masih SMP-SMA, tempat ini sering berfungsi sebagai wartel. Begitu aku beranjak kuliah hingga berhasil menyabet gelar Sarjana Hukum, ia lebih sering menjelma sebagai warnet. Dan, well, ia sudah bingung menjelma sebagai apa, khususnya saat si kakek itu meninggal dua-tiga tahun yang lalu. 

Sekarang, yang aku lihat, tempat ini lebih sering didatangi oleh beragam penjual. Dulu, di depannya, ada gerobak siomay. Pernah ada yang menjual cimol juga. Hingga, sekarang satu gerobak minuman kocok bernama Mimiyoo terparkir di depan bangunan ini. 

Hei, Wartel-Warnet Haba, terima kasih atas dukungannya selama ini. Mencari data, membeli perangko untuk mengirimkan naskah, print naskah, dan seabrek kegiatan lainnya, yang akhirnya di tahun 2016, "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" masuk Gramedia juga (walau perjalanannya sedikit terhambat). 

Ketika sesuatu itu sudah memiliki kenangan yang cukup manis, rasanya berat untuk meninggalkannya begitu saja. Itu juga yang dirasakan oleh Angelica yang enggan membuang boneka rilakkuma peninggalan Oma-nya. Banyak kenangan manis di dalam boneka rilakkuma tersebut.

Hey, BOY'S ANGEL sudah update lagi. Thank, God, for this consistency. Sejak awal puasa, sudah terpikirkan di dalam kepala aku untuk memberikan hiburan kepada mereka yang tengah berpuasa melalui BOY'S ANGEL. Di tengah banyak halangan, aku memaksakan diri untuk update hingga sudah memasuki episode 76. Wacananya aku mau terus memperbaharui BOY'S ANGEL hingga episode 80 dan akan berakhir di saat Lebaran nanti. Kalau kita sudah sangat berniat sekali, tekadnya sangat kuat, Gunung Everest bisa terbelah dua. Ternyata aku bisa konsisten juga. Konsisten memperbaharui BOY'S ANGEL setiap hari senin dan selasa. Langsung simak saja, yuk.


BOY'S ANGEL Episode 76 on NovelMe












Comments

Place Your Ads Here