Sebuah Warnet & Motivasi Menulis

 













Let me be your content material as long as it's for the both good and positive things--and make anyone's days sweet as this candy. 


Yah, itulah alasanku sangat mencintai dan bersemangat dalam hal menulis. Aku senang sekali bisa membantu seseorang melalui tulisan-tulisan aku. Itu sama seperti aku dulu menolong temanku, Dias, melalui tulisan-tulisanku. Tak ada penyesalan untuk itu. Ah, sayang Dias harus pergi ke alam sana di tahun 2018 yang lalu. 

Untuk teman-teman bloger, terutama yang sudah mengenal aku sejak 2010, aku merindukan kalian. Kangen ada komentar kalian di IMMANUEL'S NOTES. Maafkan aku jika ada tulisan-tulisan aku yang mengganggu kalian. Sekali lagi aku minta maaf. Terserah jika ada di antara kalian yang berkata permohonan maaf aku ini tidak tulus. Sebab, memang hanya Tuhan dan aku yang tahu. 

Sementara itu, untuk foto di atas, itu dulunya sebuah warnet (lagi dan lagi, nih). Aku pernah mencetak skripsi (yang kemudian harus direvisi) di warnet ini. Aku terakhir menginjakkan kaki di warnet ini di Agustus 2012 yang lalu. Yang aku bisa ingat dari warnet ini adalah anak-anak yang berteriak tak keruan saat mereka tengah bermain game online (yang aku baru tahu kenapa mereka begitu pada saat aku keasyikan bermain Mobile Legends). Kepolosan anak-anak itu dalam bermain game itulah, alasanku menuliskan sebuah serial berjudul "Lika-Liku Asmara Aldo-Thea" (yang berjudul awal "Dilema itu Bernama JKT48"). Anak-anak di warnet saat itu sungguh membuatku lebih bersemangat dalam hidup--yang berani bermimpi dan keberanian-keberanian lainnya (termasuk berani menolong Dias dan kasus edannya).


Lika-Liku Asmara Aldo-Thea on NovelToon


Last but not least, maybe I often make anyone angry, but please trust me, I do really write for the good ones. Forgive me, please. 













Comments

Place Your Ads Here