Tory and the Other Good-Hearted People

 















Oke, langsung saja. 

Singkat cerita, salah satu desainer atau ilustrator kenalan aku lagi tertimpa musibah. STNK kepunyaannya hilang. Aku bisa merasakan betapa kalut si Tory. Terbayang bagaimana repotnya mengurus STNK jika tak sampai ditemukan. Puji Tuhan, STNK Tory berhasil ditemukan. Ada seseorang yang jauh-jauh datang ke rumahnya yang menempuh jarak di atas 1 km hanya demi mengembalikan STNK Tory.

Well, kejadian yang dialami Tory barusan itu mengingatkan aku dengan tulisan aku saat 2011 yang lalu. Untuk para pembaca IMMANUEL'S NOTES yang lama pasti tahu tulisan yang ini: A Good-Hearted Does Exist. Walau langka, masih eksis. Satu lagi, walau sepele, berbuat baik--yang dilandasi oleh niat baik dan tanpa pamrih, cukup layak dilakukan. Hanya saja kita yang tidak menyadarinya. 

Walaupun demikian, orang baik masih tetap ada, tetaplah berpikir untuk berhati-hati. Niat jahat itu sulit untuk terdeteksi. Ada semacam guyonan: "baik boleh, bego jangan". Sedikit waspada dalam berbuat baik. Salah satu kewaspadaan itu dengan tidak mengharapkan apa-apa. Dengan mengharapkan apa-apa, itu seringkali menjadi batu sandungan dan bakal membebani kita kelak. Tapi, jangan salah sangka dulu. Aku tidak mengajarkan untuk berpikiran negatif. Namun, aku hanya menyampaikan untuk bijaksana. Berbuat baik pun harus dilandasi dengan kebijaksanaan. Hanya itu. 

Kesimpulannya: orang baik itu masih ada, walau langka. Berbuat baik itu sangat dianjurkan, namun bijaksanalah. Walau sepele, berbuat baiklah. 

Belajar dari kasus Tory barusan, walau kondisi kalian sulit, tetaplah berpikir bahwa orang-orang baik--khususnya tanpa pamrih--masih tetap ada. Satu lagi, kadang kebaikan yang kita lakukan itu membuat kita dianggap gila--atau tolol. Sama seperti Bapak Agus yang menempuh jarak sejauh itu demi mengembalikan STNK Tory. Tapi, tetap saja, itu sangat layak untuk dilakukan. 














Comments

Place Your Ads Here