Alasan Aku Keluar dari Grup Chat IGNITE GKI

 











Jadi, kemarin minggu (28/2), ada sedikit masalah di sebuah grup chat yang ikuti. Grup chat ini sangat berkaitan dengan karir kepenulisan aku. Masih ada kaitannya dengan novel-novel aku juga. Namun, apa daya, setelah menahan diri selama sekian minggu, aku tak bisa mengontrol diri untuk benar-benar meledak. Singkat cerita, aku memutuskan untuk keluar dari grup chat tersebut. 

Ada beberapa alasan yang mendasari kenapa aku harus keluar dari grup chat tersebut. Inilah beberapa alasannya:

1. Selama sekian minggu, aku merasakan aura di dalam grup chat itu sangat tidak kondusif untuk aku pribadi. Aku merasa terabaikan dan terpojokan. Kadang aku suka ter-bully dengan aktivitas-aktivitas di dalam grup chat tersebut. 

2. Aku tidak mendapatkan manfaat apa-apa lagi dari grup chat tersebut. Aku menulis di situsnya saja memang tidak dibayar. Sejak awal aku setor tulisan, aku tahu itu tidak akan dibayar. Aku mau sukarela karena aku ingat hal itu bisa bermanfaat untuk karir kepenulisan aku.  Menambah portofolio menulis aku. Bukan karena uang, aku memutuskan keluar dari grup chat tersebut. Aku keluar karena merasa tidak dihargai dan dianggap. Harapan aku bisa bergabung di grup chat tersebut: aku bisa menambah jaringan pertemanan aku. Hanya sedikit dari orang-orang di dalam grup chat itu yang aku bisa akrab secara. Saat aku chat pribadi, respon beberapa dari mereka dingin. Mereka juga sepertinya enggan berhubungan dengan aku di beberapa social media. 

3. Grup chat yang aku ikuti itu bisa dibilang grup rohani. Ada hubungannya dengan kegiatan rohani. Aku merasa keterlibatan aku di dalam grup chat yang nyaris berjalan selama setahun itu tak memberikan dampak apa-apa ke kehidupan iman atau spiritual aku. Aku merasa gersang dan hampa. Tak mengalami pertumbuhan. 

Itulah tiga alasan kenapa aku keluar dari grup chat tersebut untuk sementara waktu. Yah, ini hanya sementara. Untuk tulisan-tulisan aku di situs mereka tersebut, well, jika ada inspirasi menulis lagi, aku pasti akan menulis di sana. 

Terima kasih banyak sudah diberikan kesempatan. Mohon maaf sudah merepotkan.  Mungkin ada yang menganggap aku pengganggu atau beban, aku mohon maaf juga. 

Oh iya, kejadian kemarin siang itu membuat aku makin mengerti kenapa ada beberapa teman aku yang mengundurkan diri, padahal gajinya di sana sangat tinggi. Trust me, money is not everything. Uang banyak tidak bisa menjamin kebahagiaan kalian. Masih ada banyak hal yang lebih penting dan sangat berharga daripada uang semata. 















Comments

Place Your Ads Here