1 Tahun Pandemi Corona

 










Tanggal 1 Maret yang lalu adalah tanggal di mana kasus Corona mulai muncul di Indonesia. Kasus pertama itu terjadi di kasus Depok. Yang kuingat, ada seorang warga negara Jepang yang menghadiri sebuah pertemuan di sebuah hotel. Semenjak itulah, Corona menjadi semacam headline di hampir semua negara. Menjadi momok. Apa-apa Corona. Ribut gara-gara Corona. 

Apakah Corona atau Covid-19 itu konspirasi atau tidak, biarkan sajalah. Mau percaya atau tidak apakah virus itu nyata, itu urusan setiap orang. Yang jelas, tak perlu juga untuk menjadi terbebani dengan prosedur kesehatan (baca: prokes). Sadar diri saja untuk tidak merepotkan orang lain. Kalau badan sedikit merasa tidak enak, sebaiknya beristirahat. Kalau bersin, ditutup. Hati-hati juga dengan apa yang kita konsumsi. Sebetulnya juga, sadar atau tidak, setiap prokes yang ada itu bisa berlaku pula untuk penyakit-penyakit lainnya, yang tidak harus Corona juga. 

Terkait pemberian vaksin yang sudah digalakkan sejak Januari 2021 yang lalu, sebaiknya juga itu dilakukan berdasarkan sukarela saja. Jangan dipaksa jika tidak mau. Biarkan masyarakat mengikuti vaksinasi berdasarkan kesadaran sendiri. Imbauan 'vaksin itu sehat dan halal' itu sudah bagus, namun jangan jadikan pemberian vaksin itu menjadi semacam kewajiban setiap warga negara. Takutnya malah muncul opini publik bahwa tidak divaksin adalah kejahatan (jadi ingat kasus  Bastian yang bermasalah dengan UU ITE  karena mencurahkan isi hatinya terkait kecurigaan Bastian terhadap praktek pungli di lingkungan sekitarnya). 

Begitu saja sedikit opini aku terkait peringatan 1 Maret kemarin. Mau konspirasi atau bukan, menjaga kesehatan dan tidak merepotkan orang lain itu lebih penting. Mau virus Covid-19 itu datangnya dari mana, aku juga berdoa agar virus Covid-19 segera hilang dari muka bumi ini. Yuk, mari jaga kesehatan!













Untuk pemesanan Minyak Kutus-Kutus (yang dijamin original): 
Nuel Lubis 
📩 immanuel.lubis@gmail.com







Comments

Place Your Ads Here