[REVIEW] Soyess

 













Produk yang satu ini sudah lumayan aku akrabi, sih. Semoga saja tak salah. Sebab, dulu lima tahun lalu, sejak Mendiang Mami masih hidup, bungkus dari produk Soyess ini pernah kulihat ada di rumah.












Soyess itu apa? Dulu, seingatku yah, bubuk-bubuknya itu terasa seperti kacang kedelai yang ditumbuk halus. Lalu, karena tertarik ingin mencobai, aku coba mencampurkannya dengan air panas. Rasanya? Seperti kacang kedelai. Ada manisnya, namun tak terlalu mendominasi. Pahitnya juga ada. Bagi kalian yang ingin memproduksi  (susu) kacang kedelai sendiri seperti di pasar-pasar, bisa gunakan Soyess ini.












Untuk lebih lanjutnya, Soyess merupakan minuman serbuk berbahan dasar kedelai yang dikombinasikan dengan madu bubuk, lesitin (yang terkandung di dalam kuning telur juga), DHA, dan kultur probiotik (Lactobacillus acidophillus). Sama sekali tak ada kandungan susu di dalam Soyess. Rasanya se-DEP SEDEP kebanyakan susu kedelai yang dijual di pasar-pasar. Malah,  jauh lebih DEP SEDEP Soyess ini.

Soyess ini sama seperti susu kedelai pada umumnya, yang sangat bermanfaat dalam mencegah osteoporosis, mencegah penuaan dini, mengurangi resiko serangan jantung serta tekanan darah tinggi, dan mencegah penyakit-penyakit degeneratif pada lansia (mencegah kemunduran otak). Selebihnya, manfaat-manfaat lainnya bisa kalian pada gambar di atas (yang paling atas). Untuk gambar paling bawah, itu salah satu testimoni pengguna Soyess, yang mana aku pun pengguna produk Soyess. Aku tahu, kok, produknya seperti apa. Hehe.














Kalian tertarik? Sekotak Soyess itu berisi 15 sachet, dengan berat 28 gram. Harganya Rp 200.000 (harga sudah termasuk ongkos kirim). Silakan hubungi aku di 087791756320 atau immanuel.lubis@gmail.com untuk pemesanan. 







Comments