Selamat Jalan, Omas, Sapardi!














dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya;
dan karena hidup itu indah,
aku menangis sepuas-puasnya

Puisi tersebut merupakan puisi karangan seorang sastrawan terkenal, Sapardi Djoko Damono.

Aku tak terlalu mengenalnya. Karya-karyanya yang aku ketahui juga sedikit. Biar bagaimanapun latar belakang aku--sejak awal--memang bukan anak Sastra. 

Well, mengingat ada satu karyaku (pernah) masuk toko buku, sedikit apresiasi untuk sastrawan terkenal yang akhirnya berpulang. Semoga arwah-Nya diterima di sisi-Nya. Karya-karyanya akan selalu abadi. 

Turut berduka juga atas meninggalnya perempuan komedian, Omaswati. Kalau tak salah ingat, Omas juga memiliki latar belakang yang tak jauh berbeda dengan Sapardi. Omas kerap tampil di televisi, memperagakan kemampuannya berpantun. Kemampuan berpantun, kemampuan yang sulit ditemukan sekarang ini, apalagi perempuan yang melawak (lewat lenong).

Doaku tetap sama: 
Semoga arwah Omas berada di tempat yang selayaknya. Terimakasih atas segala dedikasinya! 




Comments