TPU yang Dekat di Hati








Ziarah di akhir November 2017 bareng Kak Esil, Layka, serta Tanto.








Ini TPU paling luar biasa untuk aku. Selain ini rumah peristirahatan terakhir Mami, ada beberapa orang yang kusayangi yang dikubur di sini. Itu seperti: Tulang Abner, Tulang Kabayan, ayah mertua dari Bang Mardin, serta yang tergres, suami dari Ibu Lernita Purba. Kemarin senin aku menziarahi Pak Rubi Aritonang tersebut.

Oh iya, sebelum Mami meninggal, sebelumnya ibu dari teman masa kecil aku--yang bernama Fani--dikebumikan di Selapajang juga. Lima tahun lalu aku dan dia pernah bertemu di TPU ini, namun beda tujuan. Dia ke makam mamanya, aku ke makam Mami. Haha. 

Terakhir, lucu juga, makam Pak Aritonang hanya beberapa langkah dari makam Tulang Kabayan. Saat Natal kemarin, aku berziarah ke sana, ternyata tanpa kusadari aku sudah melewati makam Pak Aritonang. Di situlah, aku berpikir, hidup seperti itu juga. Banyak kejadian 'tak sengaja' dan 'tak sadar'-nya. Padahal sudah dialami, kita cenderung tak sadar. Persis seperti kejadian saat aku mampir ke makam Pak Aritonang--juga saat baru tahu tentang TMP Taruna, Tangerang. Lima tahun lalu, TMP itu suka aku lewatkan, namun aku tak menyadarinya. Haha.







Di pusara Bapak Rubi Aritonang, suami dari Ibu Lernita Purba, salah satu pengelola Yayasan Perguruan Markus. Bu Purba masih ada hubungan darah dengan pendiri sekolah Markus, Tangerang.






Makam Daan Mogot yang diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Tangerang, yang mana dulu sekolahku berada di jalan tersebut (SD Strada Santo Fransiskus, red).








Comments