Kisah Warnet Mamake








Tampak depan, Warnet Mamake. Kalau weekdays, warnet ini suka disesaki oleh anak sekolah. Apalagi, di seberangnya, ada SMKN 5 Tangerang.







Ternyata Warnet Mamake masih eksis. Kukira, warnet ini sudah tutup permanen. Tapi, banyak perubahan di dalam warnet. Salah satunya, di dalam warnet, sudah tak menggunakan sistem bilik lagi. Antara komputer satu dan komputer lainnya itu hanya dipisahkan oleh sekat yang tak terlalu melindungi privasi penggunanya. Kata si empunya warnet, itu karena aturan Menkominfo. 😔

Aku terakhir ke Warnet Mamake ini tahun 2015 (yang saat itu, salah satu komputernya itu terpasang game kesukaanku, Grand Theft Auto 😂). Si Kakak beranjak menikah, si Adik duduk di bangku SMP. Aku main ke sini lagi, si Adik sudah kuliah di Jogja. Dan, dua-tiga tahun terakhir aku tak ke warnet ini, si Bapake masih ingat saja. Aku terharu! 😢

Ternyata, itu benar. Mungkin karena aku lumayan baik dan ramah ke keluarga si empunya warnet (apalagi aku jarang banget mengutang juga, plus nge-net-nya suka lama), lambat laun jejak kita akan tertanam dalam hati dan pikirannya. Mungkin itulah salah satu alasan si Bapake masih ingat aku. Hmmm.... aku rasa, dari Warnet Mamake ini, aku tahu bahwa berbuat baik memang tidak pernah sia-sia. Thank, God, they are still exist, doing something good is always useful and precious. 🙏




Antara Warnet dan warung makannya itu dimiliki satu orang, dan terhubung oleh jendela mini ini. Kadang, si operator suka disuruh untuk menjaga warungnya juga.










Comments