Happiness is Simple, Simplicity is Happy

















Ini, kok, senang banget? Di-share di Insta Story teman--yang bukan sekadar follower, itu maksudku. Apalagi, saat aku tengah online di Instagram. Wah, senang banget. Bahagianya hatiku. Yang ini jauh lebih menyenangkan daripada saat @pungkyprayitno men-share jawabanku di Insta Story kepunyaannya. Kenapa begitu? Ya iyalah, Rey dan Hendrik itu teman aku. Yang satu itu temanku sejak SD, satunya lagi itu temanku sejak kuliah di fakultas Hukum. Aku seperti tengah diperkenalkan ke lingkungan pertemanan dan profesi mereka.

Omong-omong, yang screenshoot pertama itu, aku iseng saja menanggapi permainan tag Rey di Insta Story. Aku kira Rey tak bakal balas. Eh, dibalas Rey. Niatnya iseng, malah membuahkan hasil. Yang kedua, Hendrik baru saja dibaptis dan medapatkan sakramen krisma. Sebagai sahabat yang baik, aku iseng memberikan ucapan melalui Insta Story aku. Kukira Hendrik bakal membalasnya lewat direct message. Eh, Hendrik membalasnya melalui Insta Story kepunyaannya. Wah!














Itu makin membuktikan hipotesa aku: simplicity is happy, happiness is simple. Aku mendadak teringat saat Harry mempromosikan "Cualacino" di Insta Story Harry. Rasanya: senang beribu kali lipat! 😄







Comments